Polda Metro Jaya Libatkan Puslabfor Usut Kematian Sutrimo

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. ANTARA/Ilham Kausar.

Polda Metro Jaya Libatkan Puslabfor Usut Kematian Sutrimo

Achmad Zulfikar Fazli • 29 July 2026 12:28

Jakarta: Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk mendalami penyebab kematian Kepala Rumah Tangga (Karumga) atau penjaga rumah dinas Febrie Adriansyah, Sutrimo. Pelibatan Puslabfor untuk memperoleh bukti saintifik melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu, 26 Juli 2026.

“Kami juga memahami kekhawatiran serta pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat. Untuk memastikan penyebab meninggalnya saudara S, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 29 Juli 2026.

Dia menjelaskan tim forensik Puslabfor telah mengambil sejumlah sampel dari TKP untuk diperiksa mendalam di laboratorium. Pemeriksaan sampel ini untuk mendeteksi petunjuk maupun bukti fisik terkait kematian Sutrimo.

"Selain melakukan investigasi berbasis ilmiah (scientific crime investigation) bersama Puslabfor, tim penyidik gabungan terus mengumpulkan fakta-fakta lapangan tambahan," ujar Budi.

Budi mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi terkait kematian Sutrimo. Penyidik juga mengumpulkan berbagai informasi dan petunjuk penting yang relevan dengan peristiwa tersebut.

Budi menegaskan seluruh temuan didalami secara cermat dan transparan. Hal ini untuk memastikan penyelidikan penyebab kematian korban dilakukan secara objektif.

Ilustrasi. Medcom

Polisi telah melakukan olah TKP untuk mengusut kematian Sutrimo di depan klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Garis kuning polisi yang terpasang di pagar klinik kecantikan tersebut sudah dibuka sejak pukul 13.11 WIB, Senin, 27 Juli 2026.

Saat olah TKP, personel Tim Puslabfor membawa sejumlah barang bukti berupa kotak hitam, bantal dengan sprei hijau, dan sejumlah barang di dalam plastik bening.

(Achmad Zulfikar Fazli)