Ilustrasi Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Foto: Antara.
KPKP Jakbar Cek Kondisi Pangan di Pusat Perbelanjaan
Anggi Tondi Martaon • 11 June 2026 21:38
Jakarta: Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) melakukan pengawasan pangan segar di sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan. Hal itu dilakukan guna memastikan keamanan komoditas yang dikonsumsi masyarakat.
?Kepala Suku Dinas KPKP Jakbar, Bety Rohmawati mengatakan, kegiatan pengawasan ini bertujuan memberikan kepastian mutu dan jaminan keamanan terhadap produk pangan yang beredar. Petugas mengambil sejumlah sampel dalam pengawasan tersebut.
?"Kami ambil sebanyak 7 sampai 12 sampel komoditas produk pangan peternakan dan pertanian. Sampel-sampel tersebut diperiksa secara on the spot (di lokasi) di mobil uji laboratorium di Superindo Kedoya," kata Bety dikutip dari Antara, Kamis, 11 Juni 2026.
Baca Juga :
Pemkot Jakbar Tindaklanjuti Genangan di Joglo Kembangan
?Adapun pasar dan pusat perbelanjaan yang menjadi sasaran pengawasan petugas, yaitu Superindo Kedoya, Pasar Jembatan Besi, Pasar Jembatan Dua, Pasar Pejagalan, Pasar Pengumben, dan Pasar Kedoya Utara.?Bety menyampaikan petugas memeriksa sebanyak 53 sampel pangan segar produk pertanian dan peternakan. Sampel produk pertanian yang diambil yaitu beras, cabai merah keriting, cabai rawit merah/gila, nangka muda, bawang merah, sawi hijau, tomat, dan kembang kol.
Sementara untuk produk peternakan meliputi daging ayam dan daging sapi. "Sampel produk pangan itu diuji di laboratorium untuk memastikan bebas dari residu pestisida serta paparan bahan kimia berbahaya," ungkap Bety.

Ilustrasi pangan. Foto: Istimewa.
?Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bety memastikan seluruh sampel produk negatif dari zat kimia berbahaya. Masyarakat Jakbar tak perlu khawatir membeli kebutuhan pangan segar di pasar tradisional maupun modern di wilayahnya.
?"Semua produk pangan segar yang beredar di Jakarta Barat aman. Kita ingin memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa pangan yang mereka konsumsi bebas residu pestisida dan zat berbahaya lainnya," ujarnya.