Presiden Prabowo Subianto. Foto- Dok. BPMI Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Bawa Agenda Strategis ke Jepang
M Ilham Ramadhan Avisena • 29 March 2026 18:42
Jakarta: Kunjungan Presiden ke Jepang disebut membawa misi memperkuat kerja sama strategis lintas sektor antara kedua negara. Agenda itu dipastikan akan menyentuh isu-isu kunci yang selama ini menjadi fondasi hubungan Indonesia dan Jepang.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan kunjungan tersebut merupakan respons atas undangan langsung Kaisar Jepang Naruhito. Pertemuan tingkat tinggi telah dijadwalkan, tidak hanya dengan Kaisar, tetapi dengan Perdana Menteri Jepang.
"Mengenai kunjungan Presiden ke Jepang, ya ini dalam rangka memenuhi undangan dari Kaisar Naruhito. Jadi tentunya agendanya adalah ada pertemuan dengan kaisar dan tentunya juga dilanjutkan pertemuan dengan Perdana Menteri Takajie," ujar Prasetyo kepada pewarta melalui pesan singkat, Minggu, 29 Maret 2026.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden
Baca Juga:
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang Temui Kaisar Naruhito dan PM Sanae |
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo akan menekankan penguatan hubungan bilateral yang telah terjalin lama. Tidak hanya bersifat seremonial, pertemuan ini menjadi ruang pembahasan isu-isu strategis yang relevan dengan kebutuhan kedua negara.
"Pertemuan-pertemuan ini tentunya untuk memperkuat kerja sama persahabatan kedua negara, dan memang secara khusus Pak Presiden, tentu akan banyak membicarakan hal-hal strategis yang menjadi selama ini menjadi kekuatan kerja sama kita dengan Pemerintah Jepang," kata Prasetyo.
Sejumlah sektor utama disebut akan menjadi fokus pembahasan, mulai dari perdagangan hingga pengembangan teknologi. Selain itu, kerja sama di bidang pendidikan menjadi perhatian, seiring meningkatnya kebutuhan penguatan sumber daya manusia.
Tak hanya itu, isu lingkungan masuk dalam agenda pembicaraan. Kerja sama kehutanan dan upaya pelestarian lingkungan dipandang sebagai bagian penting dalam hubungan kedua negara, terutama di tengah tantangan global terkait perubahan iklim.