Mengenal Kondisi Post-Holiday Syndrome dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi: Pexels

Mengenal Kondisi Post-Holiday Syndrome dan Cara Mengatasinya

Riza Aslam Khaeron • 24 March 2026 13:06

Jakarta: Usai menikmati masa liburan panjang, tidak sedikit orang justru merasakan perubahan suasana hati saat kembali ke rutinitas biasanya. Kondisi tersebut dikenal sebagai post-holiday syndrome atau post-holiday blues, di mana perasaan sedih, lelah, hingga kehilangan semangat muncul setelah liburan berakhir.

Dilansir dari laman Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia (UPI Y.A.I), post-holiday syndrome merupakan kondisi ketika otak belum sepenuhnya menerima berakhirnya momen menyenangkan selama liburan. Perubahan mendadak dari suasana santai ke aktivitas harian memicu respons psikologi berupa keinginan untuk terus beristirahat.

Kondisi tersebut juga sering dipicu oleh rasa "kaget" karena harus kembali ke realitas setelah menikmati waktu luang. Transisi tersebut dapat memengaruhi energi dan motivasi seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Masih dilansir dari UPI Y.A.I, gejala post-holiday syndrome cukup beragam dan bisa dirasakan secara fisik maupun emosional, di antaranya:
  • Kehilangan semangat beraktivitas.
  • Rasa malas dan kurang antusias.
  • Kelelahan berkepanjangan.
  • Mudah gelisah dan emosional.
  • Sakit kepala dan gangguan tidur.
  • Stres, bahkan hingga depresi dalam kondisi tertentu.

Siapa yang Rentan Mengalaminya?

Pada dasarnya kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja. Namun, individu dengan tekanan pekerjaan tinggi, beban hidup besar, atau yang merasa liburannya kurang memuaskan cenderung lebih rentan.

Pekerja yang harus segera kembali ke rutinitas padat, anak rantau yang kembali ke perantauan, hingga mereka yang dihadapkan pada tenggat waktu juga kerap mengalami kondisi post-holiday syndrome.
 
Baca Juga:
7 Tradisi Unik Lebaran dari Berbagai Wilayah Indonesia
 

Penyebab dan Cara Mengatasinya

Melansir Healthline, salah satu penyebab utama post-holiday syndrome adalah kebahagiaan selama liburan yang bersifat sementara. Setelah liburan usai, tingkat kebahagiaan seseorang umumnya akan kembali ke kondisi normal dalam beberapa hari.

Meski tergolong wajar, kondisi ini tetap perlu diatasi agar tidak berlarut-larut. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
  • Berinteraksi dengan teman dan keluarga.
  • Dokumentasikan dan bagikan kenangan selama liburan.
  • Bersihkan, tata ulang, atau rapikan tempat tinggal.
  • Melakukan olahraga ringan.
  • Menyusun aktivitas menyenangkan setelah liburan.
  • Menjaga keseimbangan antara kerja dan waktu pribadi.
Post-holiday syndrome pada dasarnya merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan ritme aktivitas. Jika perasaan tersebut berlangsung lama atau semakin berat, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)