Thailand Minta Warga Tak Panik soal Lonjakan Kasus Covid-19 di Singapura

Ilustrasi virus Covid-19. (Freepik)

Thailand Minta Warga Tak Panik soal Lonjakan Kasus Covid-19 di Singapura

Willy Haryono • 25 May 2026 14:15

Bangkok: Otoritas kesehatan Thailand meminta masyarakat tidak panik menyusul lonjakan kasus Covid-19 terbaru di Singapura.

Departemen Pengendalian Penyakit Thailand (DDC) pada Minggu, 24 Mei 2026, mengatakan varian NB.1.8.1 yang menjadi perhatian di Singapura sebenarnya telah beredar di Thailand dan kini menjadi strain dominan di negara tersebut.

Mengutip The Nation dan AsiaOne, Senin, 25 Mei 2026, Thailand mencatat 3.642 kasus kumulatif Covid-19 dan satu kematian sepanjang 1 Januari hingga 23 Mei 2026.

Direktur Jenderal DDC Dr Montien Kanasawat mengatakan jumlah kasus memang meningkat dalam sebulan terakhir, namun masih berada di bawah rata-rata lima tahun terakhir.

Kelompok usia 30 hingga 35 tahun menjadi pasien Covid-19 terbanyak tahun ini, disusul kelompok usia 60 tahun ke atas dan usia 20 hingga 29 tahun.

Varian NB.1.8.1 Lebih Mudah Menular

Dr Montien mengatakan varian NB.1.8.1 lebih mudah menular dan lebih mampu menghindari imunitas tubuh. Meski demikian, hingga kini belum ada bukti bahwa varian tersebut menyebabkan gejala yang lebih parah.

DDC mengimbau masyarakat tetap menerapkan langkah pencegahan seperti mencuci tangan secara rutin, memakai masker di tempat ramai, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

Masyarakat juga diminta menghindari kontak dekat dengan orang yang mengalami gejala gangguan pernapasan.

Pemerintah Thailand saat ini memperlakukan Covid-19 sebagai penyakit endemik atau penyakit menular musiman. Otoritas kesehatan menilai situasi masih dapat dikendalikan meski kasus mengalami peningkatan.

Baca juga:  Deteksi Dini Varian Covid-19 Cicada Diminta Diperkuat

(Willy Haryono)