Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.
Deteksi Dini Varian Covid-19 Cicada Diminta Diperkuat
Fachri Audhia Hafiez • 8 April 2026 20:16
Jakarta: Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi, mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah preventif menyusul munculnya varian baru Covid-19 BA.3.2 atau yang dikenal sebagai varian "Cicada". Meski meminta masyarakat tetap tenang, Nurhadi menekankan pentingnya kesiapsiagaan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi potensi penyebaran varian yang memiliki tingkat mutasi tinggi tersebut.
“Kemunculan varian baru Covid-19 BA.3.2 atau yang dikenal sebagai ‘Cicada’ tidak boleh disikapi dengan kepanikan, tetapi harus menjadi pengingat bahwa sistem kesehatan nasional harus tetap siaga dan adaptif meskipun kita telah memasuki fase pascapandemi,” kata Nurhadi di Jakarta, dikutip melalui keterangan tertulis, Rabu, 8 April 2026.
Varian Cicada saat ini tengah dalam pemantauan global (variant under monitoring) setelah ditemukan di sedikitnya 25 negara dengan kecenderungan menyerang kelompok anak-anak. Hal ini menjadi perhatian serius lantaran banyak anak yang belum mendapatkan vaksinasi sehingga memiliki imunitas yang rendah terhadap virus tersebut.
Nurhadi menyatakan, fokus utama saat ini bukan hanya soal ada atau tidaknya kasus di Indonesia, melainkan kekuatan kapasitas deteksi dini milik pemerintah. Ia berharap pengalaman pahit masa pandemi lalu menjadi pelajaran berharga agar kebijakan tidak tertinggal oleh kecepatan penyebaran virus.
“Fakta bahwa varian ini belum terdeteksi di Indonesia memang memberi ruang tenang, namun dinamika global menunjukkan bahwa penyebaran virus masih sulit diprediksi, terlebih di tengah mobilitas internasional yang kembali tinggi,” ungkap dia.
Nurhadi juga mendorong penguatan genomic surveillance agar dilakukan secara merata di seluruh wilayah, tidak hanya terbatas di kota-kota besar. Menurutnya, kecepatan data sangat menentukan ketepatan pengambilan kebijakan di lapangan.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.
Selain aspek kesehatan, dia mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan skenario mitigasi lintas sektor. Hal ini mencakup perlindungan bagi pekerja harian, keberlanjutan UMKM, hingga kesiapan bantuan sosial jika terjadi gejolak akibat varian baru.
“Kami juga menilai Pemerintah perlu menyiapkan skenario lintas sektor sejak dini. Jangan sampai keterlambatan membaca sinyal awal justru berujung pada dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi yang lebih besar,” tegas Nurhadi.
Ia menekankan komunikasi publik dijaga tetap jernih agar tidak memicu kepanikan. Namun, tetap mendorong masyarakat disiplin menjaga protokol kesehatan dasar, terutama bagi kelompok rentan.
“Kekuatan sistem kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan merespons krisis besar, tetapi dari kecepatan membaca sinyal kecil sebelum menjadi ancaman besar,” kata Nuhadi.