Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannuddin. Foto: Antara.
Luruskan Persepsi Publik, Polda Metro Sebut Begal Tak Terpusat di Jakbar
Rahmatul Fajri • 23 May 2026 12:10
Jakarta: Polda Metro Jaya menyebut begal tidak terpusat di Jakarta Barat (Jakbar). Sebaran kasus kriminal jalanan tersebut disebut merata di berbagai wilayah Ibu Kota.
Hal itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannuddin, untuk meluruskan persepsi publik. Klaim tersebut berdasarkan data valid milik kepolisian.
Namun, pihak kepolisian menangkap adanya fenomena amplifikasi atau pembesaran narasi di media sosial. Tujuannya untuk menggiring opini publik seolah-olah seluruh aksi pembegalan menumpuk di satu wilayah tersebut.
“Yang menarik adalah amplifikasi yang dilakukan di beberapa platform media sosial seolah-olah itu terjadi seluruhnya di wilayah Jakarta Barat,” kata Iman dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 23 Mei 2026.
“Apakah ada sesuatu hal yang mengamplifikasi untuk menghadirkan atau memunculkan rasa takut atau keresahan di tengah-tengah masyarakat. Kami tidak akan membiarkan itu,” ujar Iman.
Kendati demikian, Iman tidak menampik bahwa wilayah Jakbar memiliki karakteristik sosial yang sangat heterogen. Baik dari sudut pandang ekonomi maupun tingkat pendidikan.

Ilustrasi begal. Foto: Antara.
Faktor-faktor sosiologis inilah yang dinilai turut memicu dinamika naik-turunnya angka tindak pidana di wilayah tersebut.
Iman memastikan, seluruh tim gabungan di lapangan masih terus bergerak untuk memburu jaringan penadah maupun penyokong dana dari aksi kriminal ini. “Kami tidak berhenti sampai di sini, kami terus melakukan pendalaman,” ujar Iman.
Sebelumnya, Tim Pemburu Begal bentukan Polda Metro Jaya menangkap 20 pelaku begal di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dalam empat hari penindakan. Capaian tersebut berkat kerja sama yang baik antara masyarakat dengan kepolisian.