Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mulai menata kawasan kolong flyover Pasar Rebo, Kelurahan Susukan. Foto: Antara.
Fasilitas Olahraga di Kolong Flyover Pasar Rebo Jaktim untuk Ruang Kreatif Remaja
Anggi Tondi Martaon • 8 May 2026 16:07
Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) membangun fasilitas olahraga berupa ring tinju dan arena skateboard di kolong flyover Pasar Rebo yang selama ini dikenal rawan tawuran. Hal itu sebagai upaya mengalihkan aktivitas remaja ke kegiatan positif dan kreatif.
"Didirikannya ring tinju dan skateboard di flyover Pasar Rebo karena ini momen bersejarah mungkin ya, yang sering banyak tawuran," kata Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan, dikutip dari Antara, Jumat, 8 Mei 2026.
Eka menjelaskan, lokasi flyover Pasar Rebo, Kelurahan Susukan, Ciracas, sengaja dipilih karena memiliki sejarah panjang sebagai titik rawan tawuran. Terutama di kawasan Jalan TB Simatupang dan sekitar kolong flyover.
"Karena ini momen bersejarah mungkin ya, flyover Pasar Rebo yang sering banyak tawuran. Ya, sering terjadi tawuran itu di daerah TB Simatupang dan juga flyover ini," ucap Eka.
"Nah makanya kita memilih tempat di sini ada skateboard, ada ring tinju, biar mereka mengingatkan supaya tawuran itu benar-benar memprihatinkan buat kita. Sehingga ini perlu ada pembenahan, terutama daripada psikologi anak-anak kita," jelas Eka.
Selain itu, Eka menyebut, fasilitas olahraga itu dibangun untuk menjadi wadah penyaluran minat dan bakat anak muda sekaligus mengurangi potensi tawuran di Jakarta Timur. Program tersebut lahir setelah Pemkot Jaktim melakukan pembinaan terhadap sejumlah kelompok remaja.
Dia menyebutkan, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin sebelumnya telah mengumpulkan sekitar sembilan geng remaja untuk dilakukan sosialisasi, dialog, hingga peninjauan lokasi penataan kawasan.

Ilustrasi kolong tol disulap arena skateboard. Foto: Dok. Kementerian PUPR.
Saat ini, progres pembangunan kawasan olahraga di kolong flyover Pasar Rebo telah mencapai sekitar 90 persen. Tersisa penambahan mural dan elemen estetika yang berisi pesan-pesan sosial serta program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Alhamdulillah hari ini kurang lebih ada 90 persen selesai. Hanya saja perlu dihias estetikanya dan juga ada beberapa mural untuk pesan-pesan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ucap Eka.
Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dan menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) atau non-APBD. Seluruh peralatan olahraga, termasuk ring tinju, berasal dari dukungan CSR.
Nantinya pengelolaan kawasan akan dilakukan oleh Kelurahan Susukan bersama komunitas setempat. Pemerintah juga melibatkan sejumlah anggota geng remaja untuk ikut menjaga dan menyukseskan program tersebut.
"Yang mengelola nanti Kelurahan Susukan dan juga memonitor, mengawasi. Karena alat-alat ini kan dari CSR termasuk ring tinju, semua peralatannya harus dirawat dan dijaga," ujar Eka.
Eka juga melihat antusiasme remaja terhadap fasilitas tersebut cukup tinggi. Bahkan beberapa kelompok remaja yang sebelumnya kerap terlibat tawuran kini mulai rutin mengikuti latihan tinju.
Pembinaan olahraga itu juga melibatkan pelatih profesional dari Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) serta komunitas tinju lainnya.
Eka berharap, kawasan yang sebelumnya identik dengan tawuran dapat berubah menjadi ruang aktivitas positif dan pembinaan generasi muda.