IEE Series - Engineering Week 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Transformasi Industri Berkelanjutan

IEE Series - Engineering Week 2026 mempertemukan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (dok. Pamerindo Indonesia)

IEE Series - Engineering Week 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Transformasi Industri Berkelanjutan

Patrick Pinaria • 16 September 2026 15:03

Jakarta: Transformasi industri semakin membutuhkan keterhubungan antarsektor. Perkembangan di satu sektor dapat menciptakan kebutuhan baru di sektor lain, sehingga kolaborasi dan pertukaran pengetahuan menjadi bagian penting dalam mendorong industri yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu landasan penyelenggaraan IEE Series – Engineering Week 2026 pada 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema 'Sustainability for Industrial Transformation', ajang yang diselenggarakan Pamerindo Indonesia ini mempertemukan delapan sektor industri dalam satu ekosistem.

Engineering Week 2026 mempertemukan berbagai sektor yang membentuk rantai industri, mulai dari sumber daya, energi, material dan manufaktur, konstruksi, utilitas, hingga resilience melalui pameran Construction Indonesia, Concrete Show SEA – Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, dan Water Indonesia. Bersama ADEXCO dan GIFA & METEC Indonesia, penyelenggaraan ini menghadirkan ekosistem industri dengan area pameran lebih dari 88.000 meter persegi, melibatkan 1.659 peserta pameran dari 34 negara dan kawasan.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan konsep tersebut berangkat dari kebutuhan industri yang semakin saling terhubung.

"Yang kami lihat adalah kebutuhan industri yang semakin saling terhubung. Construction membutuhkan material, equipment dan energi; mining dan oil and gas membutuhkan infrastructure dan engineering solutions; sementara water dan resilience juga menjadi bagian dari keberlanjutan aktivitas industri," ujar Hanung.

Menurut dia, keterhubungan antarsektor tersebut penting agar pelaku industri tidak hanya melihat perkembangan di sektornya masing-masing, tetapi juga memahami kebutuhan dan peluang yang muncul dari sektor lain.

"Karena itu, kami ingin mempertemukan sektor-sektor tersebut dalam satu platform agar pelaku industri tidak hanya melihat perkembangan sektornya sendiri, tetapi juga memahami kebutuhan dan peluang yang muncul dari sektor lain," katanya.
 

Mendorong keterhubungan dalam rantai industri

Keterkaitan antarsektor terlihat dari bagaimana perkembangan satu industri dapat menciptakan kebutuhan di industri lainnya. Hanung mencontohkan pertumbuhan aktivitas pertambangan yang membutuhkan equipment, infrastruktur, energi, material, transportasi, hingga pengelolaan sumber daya.

"Transformasi industri tidak berlangsung secara sektoral, tetapi melalui ekosistem yang saling mendukung," ujar Hanung.


Beragam alat dan teknologi industri ditampilkan dalam rangkaian pameran IEE Series 2026. (dok. Pamerindo Indonesia)

Konsep tersebut juga tercermin dalam Engineering Week 2026, yang menggambarkan keterhubungan Resources - Energy - Materials & Processing - Construction & Infrastructure - Utilities - Resilience. Keterhubungan tersebut disebut dapat mendorong efisiensi, inovasi, responsible resource utilization, resilience, serta penciptaan nilai jangka panjang.

Menurut Hanung, ketika sektor-sektor tersebut saling terhubung, industri memiliki peluang untuk melihat kebutuhan secara lebih menyeluruh dan menemukan solusi yang lebih efisien.

"Teknologi atau solusi dari satu sektor juga dapat menjawab kebutuhan sektor lainnya. Pada akhirnya, keterhubungan tersebut dapat membantu industri mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan productivity, dan menciptakan value chain yang lebih kuat dan resilient," katanya.
 

Sustainability menjadi bagian dari daya saing industri

Pemilihan tema 'Sustainability for Industrial Transformation' tidak terlepas dari perubahan cara industri memandang keberlanjutan. Pamerindo melihat sustainability tidak lagi sebatas isu lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari daya saing industri.

"Efisiensi energi dan sumber daya, productivity, safety, resilience, serta kemampuan menciptakan long-term value semakin menjadi bagian dari keputusan industri," ujar Hanung.

Melalui tema tersebut, Pamerindo ingin melihat bagaimana pertumbuhan industri dan sustainability dapat berjalan bersama melalui teknologi, inovasi, dan kolaborasi.

Pendekatan sustainability juga diterapkan dalam penyelenggaraan Engineering Week 2026, tidak hanya melalui materi diskusi. Sejumlah inisiatif yang dihadirkan antara lain EV Shuttle, EV Charging Station, Water Refill Stations, Waste Management Programme, dan Better Stand initiatives.

Aspek social impact turut dihadirkan melalui IEE Run for Charity, yang mendukung beasiswa mahasiswa bidang energy dan engineering serta komunitas pelari penyandang disabilitas.
 

Sementara itu, tercatat sejumlah inisiatif sustainability di lokasi penyelenggaraan, seperti layanan EV Shuttle gratis bagi pengunjung dan exhibitors, fasilitas pengisian kendaraan listrik, serta Water Refill Station untuk mendukung penggunaan kembali botol dan mengurangi kebutuhan kemasan sekali pakai. Program sustainability IEE Series 2026 juga dikaitkan dengan United Nations Sustainable Development Goals (SDGs).
 

Mempertemukan teknologi global dengan kebutuhan industri Indonesia

Dengan melibatkan 1.659 peserta pameran dari 34 negara dan kawasan, Engineering Week 2026 juga membuka peluang bagi pelaku industri Indonesia untuk memperoleh akses terhadap teknologi, pengetahuan, dan business connections.

Menurut Hanung, kehadiran perusahaan dari berbagai negara memberikan kesempatan bagi pelaku industri Indonesia untuk melihat solusi global sekaligus berdialog mengenai kebutuhan dan kondisi pasar lokal.

"Jadi, bagi kami, exhibition bukan hanya technology showcase, tetapi juga ruang untuk mempertemukan global technology dengan local industrial needs," katanya.

Pamerindo berharap manfaat penyelenggaraan Engineering Week 2026 tidak berhenti pada transaksi selama pameran. Lebih jauh, ajang tersebut diharapkan dapat menghasilkan knowledge exchange, business connections, dan peluang kolaborasi yang dapat berlanjut setelah event.

"Kalau koneksi yang terbentuk kemudian berkembang menjadi kerja sama, adopsi teknologi, atau peluang bisnis baru, menurut kami itu merupakan value yang lebih panjang bagi industri," ujar Hanung.
 

Memperkuat pertukaran pengetahuan lintas pemangku kepentingan

Selain mempertemukan pelaku industri melalui area pameran, Engineering Week 2026 menghadirkan 26 sesi seminar, 206 thought leaders, serta 49 partner & asosiasi. Rangkaian agenda tersebut didukung enam hybrid stages yang menghadirkan forum sektoral, technical discussions, industry perspectives, dan knowledge exchange.

Sejumlah program yang menjadi bagian dari rangkaian acara antara lain 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) yang membahas sustainable resilience, disaster risk reduction, dan international cooperation; Indonesia Water Forum (IWF) 2026 yang mengangkat governance, sustainability, innovation, dan transformation in water services; serta Plumbing National Competition 2026 yang berfokus pada technical skills dan professional excellence di antara BUMD Air Minum.

Hanung menilai keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut penting karena transformasi industri tidak cukup hanya mengandalkan technology showcase.


Pengunjung berinteraksi dengan peserta pameran dalam rangkaian IEE Series - Engineering Week 2026. (dok. Pamerindo Indonesia)

"Dibutuhkan juga pertukaran pengalaman, insight, dan perspektif dari pemerintah, asosiasi, pelaku industri, akademisi, serta technology providers," katanya.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat menciptakan dialog yang lebih relevan mengenai kebutuhan industri sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk menjawab kebutuhan tersebut.


Pengunjung melihat dan berdiskusi mengenai produk serta solusi teknologi yang ditampilkan dalam pameran Engineering Week 2026. (dok. Pamerindo Indonesia)
 

Menjawab tantangan sustainability di tingkat operasional

Di tengah tuntutan industri untuk menjadi lebih efisien sekaligus berkelanjutan, Hanung melihat salah satu tantangan utama yang perlu dijawab pelaku industri Indonesia adalah bagaimana menerjemahkan sustainability menjadi bagian dari keputusan bisnis dan operasional, bukan sekadar compliance.

"Setiap sektor memiliki tingkat kesiapan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, yang penting adalah terus meningkatkan efisiensi, adopsi teknologi, productivity, safety, dan resilience sesuai dengan kebutuhan masing-masing industri," ujar Hanung.

Pada akhirnya, Pamerindo ingin menegaskan transformasi industri membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

"Pesan utamanya adalah transformasi industri tidak bisa dilakukan sendiri. Industri membutuhkan teknologi, sumber daya, infrastruktur, talent, dan kolaborasi lintas sektor," kata Hanung.

Karena itu, melalui IEE Series - Engineering Week, Pamerindo ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan kebutuhan dan kapabilitas industri. Sebagai bagian dari Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026, Engineering Week 2026 mempertemukan teknologi, industri, pemerintah, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi industri yang lebih efisien, inovatif, resilient, dan berkelanjutan.

(Patrick Pinaria)