Pencarian Wisatawan Malaysia Hilang di Pulau Weh Dihentikan

Tim SAR mencari wisatawan Malaysia yang dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Pulau Weh, Sabang, Aceh, Kamis (17/9/2026). ANTARA/HO-Humas Basarnas Banda Aceh

Pencarian Wisatawan Malaysia Hilang di Pulau Weh Dihentikan

Whisnu Mardiansyah • 18 September 2026 18:12

Banda Aceh: Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian terhadap wisatawan asal Malaysia, Ho Wee Han, 49, yang dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengatakan, operasi pencarian dihentikan setelah korban tidak ditemukan hingga hari ketujuh pelaksanaan SAR.

"Hasil pencarian nihil hingga hari ketujuh. Berdasarkan evaluasi dan musyawarah unsur SAR yang terlibat, maka operasi dihentikan. Selanjutnya, personel SAR yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing," kata Ibnu, seperti dilansir Antara, Kamis, 18 September 2026.

Ibnu menjelaskan korban merupakan warga negara Malaysia yang dilaporkan hilang ketika melakukan penyelaman di kawasan Shark Plateua, Pulau Selako, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmu, Kota Sabang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 15.05 WIB. Saat kejadian, Ho Wee Han menyelam bersama tiga penyelam lainnya.

Para penyelam berada di kedalaman sekitar 20 meter ketika arus bawah laut semakin kuat. Kondisi tersebut membuat kelompok penyelam terseret hingga mencapai kedalaman sekitar 30 meter.

"Saat itu pendamping selam tidak melihat korban. Upaya pencarian awal dilakukan dari permukaan laut selama kurang lebih 30 menit, namun korban belum ditemukan. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian dan Tim SAR," katanya.
 


Pencarian Hingga Radius 12 Kilometer

Tim SAR gabungan kemudian membagi personel ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan penyisiran di kawasan perairan. Area pencarian diperluas hingga radius 12 kilometer dari lokasi korban terakhir diketahui.

Selain penyisiran di permukaan, pencarian dilakukan melalui penyelaman dengan kedalaman sekitar 40 hingga 50 meter.

Pelaksanaan operasi sempat terkendala kondisi cuaca. Hujan yang disertai angin serta gelombang laut dengan ketinggian sekitar satu hingga 1,5 meter membuat pencarian harus dihentikan sementara. Setelah kondisi cuaca membaik, tim SAR kembali melanjutkan penyisiran untuk mencari keberadaan korban.

Operasi pencarian melibatkan unsur SAR, TNI, Polri, penyelam, masyarakat, dan nelayan. Dari Pos SAR Sabang terdapat 11 personel yang diterjunkan dalam operasi tersebut.


Ilustrasi freepik


Selain itu, tiga personel TNI AL, enam personel Polsek Iboih, enam personel Pol Airud, serta 18 personel Polres Sabang turut terlibat dalam pencarian. Tim juga diperkuat 40 penyelam serta 17 orang dari unsur masyarakat dan nelayan.

Setelah pencarian dilakukan selama tujuh hari tanpa menemukan korban, seluruh unsur SAR melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi.

"Namun pencarian korban hingga hari ke tujuh dengan hasil nihil, maka operasi SAR dihentikan. Operasi SAR dibuka kembali jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kami menyampaikan terima kasih kepada personel terlibat dalam operasi SAR," kata Ibnu.

(Whisnu M)