Drayang Kijang Kencana Kembali Pentas, Hadirkan Live Gamelan Orchestra

Pertunjukan musikal wayang Drayang Kijang Kencana akan kembali menyapa penonton di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 13 September 2026 (Foto:Dok.Ist)

Drayang Kijang Kencana Kembali Pentas, Hadirkan Live Gamelan Orchestra

Rosa Anggreati • 8 September 2026 16:28

Jakarta: Swargaloka kembali menghadirkan pertunjukan musikal wayang Drayang Kijang Kencana. Setelah sukses dipentaskan pada 2025, pertunjukan yang mengangkat kisah klasik Ramayana dengan sudut pandang berbeda ini akan kembali menyapa penonton di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 13 September 2026.

Mengusung tajuk “Semakin Istimewa,” pementasan kali ini hadir dengan sejumlah penguatan dari sisi artistik. Salah satu yang menjadi pembeda adalah rencana menghadirkan Live Gamelan Orchestra yang akan dimainkan secara langsung untuk membangun energi dan emosi dalam setiap adegan.

Produser Drayang Kijang Kencana, Bagaskoro Putro, mengatakan pementasan kembali dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum sempat menyaksikan pertunjukan tersebut. Selain itu, Swargaloka ingin memperkenalkan kisah wayang kepada generasi muda melalui kemasan pertunjukan musikal yang lebih dekat dengan penonton masa kini.

“Drayang Kijang Kencana masih memiliki perjalanan yang panjang. Kami merasa masih banyak penonton yang belum sempat menyaksikan karya ini, sekaligus masih banyak generasi muda yang belum pernah menikmati kisah wayang dalam kemasan pertunjukan musikal,” kata Bagaskoro.
 


Menurut dia, Drayang menjadi jembatan antara kekayaan tradisi dan estetika panggung modern. Melalui pendekatan tersebut, wayang diharapkan dapat hadir dengan bahasa pertunjukan yang lebih segar, emosional, dan relevan bagi generasi muda.

“Di tengah maraknya pertunjukan modern, kami ingin menunjukkan bahwa wayang juga mampu hadir dengan bahasa pertunjukan yang segar, emosional, dan dekat dengan penonton masa kini,” ujarnya.

Pada pementasan kedua ini, Swargaloka tetap mempertahankan ruh dan kekuatan cerita Kijang Kencana. Namun, sejumlah aspek artistik diperkuat, mulai dari koreografi, dinamika dramatik, visual panggung, hingga detail penyajian.

Kehadiran Live Gamelan Orchestra menjadi salah satu elemen utama dalam pengembangan pertunjukan. Musik tidak sekadar menjadi pengiring, tetapi menjadi bagian dari atmosfer dan emosi yang dibangun bersama para penari dan pemain di atas panggung. Selain itu, tata cahaya dan multimedia juga dirancang untuk membuat pengalaman menonton menjadi lebih imersif.


Cerita Berpusat pada Kalamarica


Drayang Kijang Kencana mengangkat kisah Ramayana dengan menjadikan tokoh Kijang Kencana sebagai pusat perjalanan cerita. Kisah bermula dari Kalamarica, patih yang diutus Rahwana untuk menggoda Shinta dengan mengubah wujudnya menjadi kijang berwarna emas.

Shinta yang sedang mengasingkan diri bersama suaminya, Ramawijaya, di hutan Dandaka tertarik dengan kijang tersebut. Ia kemudian meminta Rama menangkapnya agar dapat dijadikan teman selama menjalani masa pengasingan.

Namun, permintaan tersebut justru menjadi awal petaka. Saat Rama mengejar kijang emas, Shinta akhirnya diculik Rahwana dan dibawa ke negeri Alengka. Kalamarica berhasil menjalankan tugasnya meski harus berakhir dengan kematian.

Creative Director Drayang Kijang Kencana 2026, Bathara Saverigadi Dewandoro, mengatakan pendekatan tersebut menjadi upaya untuk menghadirkan kembali cerita klasik dengan cara yang lebih dekat secara emosional dengan generasi masa kini.

“Wayang adalah identitas budaya yang memiliki ruang sangat luas untuk terus berkembang. Tantangannya bukan mengubah tradisinya, tetapi menemukan cara agar generasi hari ini dapat merasakan kedekatan emosional dengan cerita-cerita klasik yang kita miliki,” ujar Bathara.

Menurut Bathara, tradisi bukan sekadar warisan yang harus dipertahankan dalam bentuk yang sama. Tradisi juga dapat menjadi sumber inspirasi yang terus berkembang mengikuti zaman.
 

Apa Itu Drayang?


Drayang merupakan singkatan dari Drama Wayang, yakni pertunjukan musikal yang berangkat dari konsep wayang orang. Pertunjukan ini menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dan menggabungkan berbagai elemen seni Nusantara, tidak hanya budaya Jawa.

Berbeda dari wayang orang konvensional, Drayang memadukan drama, tari, musik orisinal, tata artistik, multimedia visual, serta pencahayaan teatrikal dalam satu kesatuan pertunjukan.
 
Sejak 2008 hingga 2025, lebih dari 80 judul Drayang telah dipentaskan. Konsep tersebut dikembangkan untuk memperkenalkan kembali cerita klasik Nusantara kepada generasi muda melalui bahasa pertunjukan yang lebih dekat dengan perkembangan seni pertunjukan modern.

Produksi Drayang Kijang Kencana 2026 melibatkan puluhan seniman lintas disiplin, mulai dari penari, aktor, pemusik, penata artistik hingga tim kreatif. Mereka berkolaborasi selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan pertunjukan.


Jadwal dan Harga Tiket


Drayang Kijang Kencana akan dipentaskan pada Minggu, 13 September 2026, di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pertunjukan digelar dalam dua sesi, yakni pukul 15.00-17.00 WIB dan pukul 20.00-22.00 WIB. Informasi mengenai jadwal tersebut juga tercantum dalam materi promosi dan pemberitaan pementasan tahun ini. 

Harga tiket bervariasi sesuai dengan kategori yang tersedia, sebagai berikut:

VVIP: Rp750.000
VIP: Rp450.000
Cat 1: Rp275.000
Cat 2: Rp175.000
Cat 3: Rp75.000

Tiket dapat dibeli melalui platform Loket.com dan TipTip. Penonton juga dapat memantau informasi promo melalui media sosial Swargaloka. 

Melalui pementasan ini, Swargaloka menempatkan Drayang sebagai bagian dari upaya pelestarian seni pertunjukan Indonesia melalui inovasi. Selain menghadirkan karya panggung, produksi tersebut juga menjadi ruang kolaborasi bagi seniman muda dan praktisi berpengalaman dari berbagai disiplin seni.

Swargaloka berharap seni pertunjukan berbasis budaya dapat menjangkau publik yang lebih luas sekaligus menunjukkan bahwa cerita dan tradisi Nusantara tetap memiliki ruang untuk berkembang di tengah perubahan zaman.

(Rosa Anggreati)