Polda Banten Pastikan Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik Kapal Rombongan Jurnalis

Life jacket yang ditemukan di Selat Sunda. (Dok: Polda Banten)

Polda Banten Pastikan Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik Kapal Rombongan Jurnalis

Lukman Diah Sari • 13 September 2026 11:00

Cilegon: Polda Banten melalui Ditpolairud melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang yang ditemukan oleh kapal KN SAR Tetuka di sekitar perairan Selat Sunda sebelah timur Pulau Rakata pada Sabtu, 12 September 2026. Temuan tersebut kemudian diserahterimakan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal, karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II," ujar Kabidhumas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea, pada Minggu, 13 September 2026.

Dia mengungkap barang-barang yang ditemukan tersebut terdiri dari satu buah helm plastik berwarna merah, satu buah jeriken plastik berwarna biru dengan tutup hitam, serta dua buah life jacket berwarna oranye. Sementara itu, terhadap jeriken berwarna biru, Maruli menjelaskan berdasarkan pemeriksaan diketahui isi jeriken mengeluarkan aroma minyak sayur dan bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1.

"Terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda. Sedangkan jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken," jelasnya.

Helm yang ditemukan di Selat Sunda. (Dok: Polda Banten)

Adapun satu buah helm plastik berwarna merah juga dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1 karena kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm jenis tersebut di atas kapal. Maruli mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi," ujar dia. 

Hingga kini, pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari keenam, Minggu, 13 September 2026. Tim SAR gabungan menghadapi kendala jarak pandang yang hanya sekitar 1–1,5 mil saat melakukan penyisiran di sekitar Pulau Rakata.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu). Selain itu, terdapat tiga kru kapal yang terdiri atas nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan pemandu.

(Lukman Diah Sari)