Angin Kencang dan Kabut Hambat Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Polda Banten mengerahkan Kapal Polisi (KP) Sanjaya dalam proses pencarian hari kelima di sekitar Pulang Sertung dan Gunung Krakatau. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Angin Kencang dan Kabut Hambat Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Silvana Febiari • 12 September 2026 21:13

Cilegon: Pencarian tim jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak menggunakan Kapal Polisi (KP) Sanjaya terhambat cuaca. Kabut tebal membuat jarak pandang di lokasi pencarian terbatas.

"Kendala hari ini untuk visibilitas. Jarak pandang kita kurang lebih karena banyak kabut, kurang lebih 3 mil, dan kecepatan angin cukup kencang tadi sampai 24-25 knot, sehingga itu menjadi kendala, tetapi tidak menyurutkan motivasi dan niat semua tim terpadu," kata Kapolda Banten Irjen Pol Hengki saat mengikuti operasi pencarian di sekitar Pulau Sertung, dilansir dari Antara, Sabtu, 11 September 2026.

Meski demikian, tim SAR gabungan terus berupaya mencari tim jurnalis dan awak kapal yang hilang. Pencarian dilakukan dengan mengerahkan personel dan sarana pendukung yang tersedia.


"Sarana-prasarana kita cukup mumpuni, tetapi, tentu dibarengi juga dengan doa kita semua. Mari sama-sama kita berdoa supaya segera menemukan titik terang keberadaan rekan-rekan kita," ujar dia.

Di hari kelima pencarian yang masih belum membuahkan hasil, tim SAR terus mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, hingga memperluas jangkauan sektor. "Mungkin akan ditambahkan sektor oleh Basarnas, memperluas sektor pencariannya, kan sampai dengan satu minggu, masih hingga hari Senin, masih ada dua hari lagi," tuturnya.

Seluruh alutsista yang dikerahkan dalam pencarian dilengkapi teknologi thermal dan radar. Peralatan tersebut digunakan untuk mendeteksi benda terapung di sekitar kapal.

"Kalau speed boat yang mungkin tenggelam atau terapung, benar-benar terapung berupa metal atau apa, kan kita kapal dilengkapi dengan radar, semua bisa memonitor, bisa terdeteksi, apalagi dia mengapung di permukaan air laut karena kita memiliki kamera thermal," ucap Hengki.


Keluarga jurnalis Yudistira (Inews) turut mengikuti proses pencarian menggunakan KP Sanjaya di sekitar Gunung Krakatau dan Pulau Sertung pada Sabtu (12/9/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.


Memasuki hari kelima, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak. Penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan udara di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.

"Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad.

Pencarian laut dibagi menjadi enam sektor, yakni T, U, Z, W, X, dan Y, dengan luas area sekitar 2.537 mil laut persegi. Sementara pencarian udara di Sektor H mencakup area sekitar 2.063 mil laut persegi.

Ia menegaskan, keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama selama pelaksanaan operasi. Sebab, kondisi perairan Selat Sunda yang dinamis.

(Silvana Febiari)