Minim Anak Usia Sekolah, SDN 4 Seloromo Karanganyar Tak Dapat Siswa Baru

Kondisi ruang Kelas I SDN 4 Seloromo, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Triawati Prihatsari)

Minim Anak Usia Sekolah, SDN 4 Seloromo Karanganyar Tak Dapat Siswa Baru

Triawati Prihatsari • 15 July 2026 17:42

Karanganyar: Kondisi lengang tampak di Ruang Kelas I SDN 4 Seloromo, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu, 15 Juli 2026. Meski jadwal masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sedang berlansung, tidak ada satu pun siswa baru di sekolah tersebut.tersebut.

Ruangan yang disekat untuk pembelajaran kelas I dan II itu hanya berisi deretan meja dan kursi yang tertata rapi tanpa kehadiran peserta didik baru.

Sementara itu, di luar kelas, belasan siswa kelas II hingga kelas VI tampak asyik bermain bersama dua orang guru. Mereka tengah menikmati kegiatan orientasi sebelum memulai proses belajar mengajar tahun ajaran 2026/2027.

"SD Seloromo 4 kebetulan tidak mendapatkan murid. Dapat satu, hanya saja usianya belum memenuhi (syarat), baru lima tahun lebih satu bulan. Jadi istilahnya dititipkan dulu karena di sini tidak ada (jauh dari) TK," ungkap Guru Kelas 3 SDN 4 Seloromo, Dwi Nunung Susilowati, di Karanganyar, Rabu, 15 Juli 2026.

Nunung menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya telah berupaya maksimal untuk menjaring peserta didik baru. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari mendatangi rumah-rumah warga secara langsung hingga menyediakan seragam baru gratis bagi calon siswa.

Menurutnya, ketiadaan siswa baru tahun ini murni disebabkan oleh minimnya anak usia masuk SD di lingkungan sekitar. Kendati infrastruktur sekolah belum maksimal dan jumlah murid sangat sedikit, para guru tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar secara optimal.

"Memang kerja di sini, rasa kemanusiaan harus ada dan yang kita cari hanya barokahnya," beber Nunung. 

Ilustrasi/Kegiatan belajar di sekolah. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Lebih lanjut, Nunung mengungkapkan bahwa sekolah ini sempat direncanakan untuk digabung (regrouping) dengan sekolah lain pada tahun sebelumnya. Namun, wacana tersebut ditolak oleh wali murid karena jarak ke sekolah terdekat dinilai terlalu jauh, sehingga akan membebani biaya antar jemput.

"Sedangkan orang di sini tau sendiri pekerjaannya, deres (menyadap getah karet). Ada yang mencari kayu atau apa gitu," ungkap Nunung. 

Total siswa di SDN 4 Seloromo kelas II hingga VI sebanyak 14 anak. Sekolahan tersebut memiliki tiga ruangan yang masing-masing digunakan untuk ruangan kepala sekolah, guru dan UKS, satu ruang untuk kelas 1 dan 2 serta satu ruang untuk kelas 3, 4 5 dan 6. Kemudian sebuah ruang yang digunakan untuk mushola dan dapur.

(Lukman Diah Sari)