Hari Kanker Sedunia, Sejarah dan Tema Tahun 2026

Ilustrasi: UICC

Hari Kanker Sedunia, Sejarah dan Tema Tahun 2026

Riza Aslam Khaeron • 4 February 2026 09:47

Jakarta: Hari ini, 4 Februari 2026, dunia kembali memperingati Hari Kanker Sedunia, sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran akan kanker, mendorong pencegahan, dan memperluas akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan setara.

Hari Kanker Sedunia diprakarsai oleh Union for International Cancer Control (UICC) dan pertama kali diperingati pada tahun 2000. Peringatan ini menjadi bagian dari upaya internasional untuk menanggapi epidemi kanker global melalui peningkatan kesadaran, edukasi, dan aksi nyata.

Kampanye untuk periode 2025–2027 mengusung tema "United by Unique", yang menekankan pentingnya pendekatan perawatan kanker yang berpusat pada manusia (people-centred cancer care).

Simak penjelasan lebih lanjut mengenai sejarah Hari Kanker Sedunia dan makna dari tema yang diangkat pada tahun 2026.
 

Sejarah Hari Kanker Sedunia


Presiden Prancis, ?Jacques Chirac, menandatangani Piagam Paris. (via ASCO Connection)

Melansir laman ASCO Connection, cikal bakal Hari Kanker Sedunia bermula pada Februari 1999 di Paris, saat berlangsungnya International Congress on Anti-Cancer Treatment (ICACT).

Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh dunia medis seperti Dr. Peter Harper, Dr. James F. Holland, Dr. Gabriel N. Hortobagyi, dan Dr. Sandra Swain berkumpul dan membahas keprihatinan atas beban besar yang ditanggung para pasien kanker di seluruh dunia.

Diskusi tersebut menghasilkan ide untuk menyusun sebuah piagam internasional yang menyerukan perlawanan terhadap kanker.

Piagam ini menyoroti pentingnya akses yang setara terhadap layanan kesehatan, peningkatan kualitas perawatan, dukungan terhadap penelitian kanker, dan yang tak kalah penting, penghormatan terhadap martabat pasien sepanjang siklus hidup mereka, termasuk saat diagnosis maupun perawatan akhir hayat.

Setelah penyusunan selesai, para inisiator mencari dukungan dari pemerintah Prancis dan UNESCO. Pada 4 Februari 2000, Presiden Prancis saat itu, Jacques Chirac, bersama Direktur Jenderal UNESCO K?ichir? Matsuura, menandatangani secara resmi Charter of Paris Against Cancer dalam sebuah upacara di Istana Élysée.

Salah satu dari 10 pasal dalam piagam tersebut menetapkan bahwa 4 Februari akan diperingati setiap tahun sebagai Hari Kanker Sedunia. Sejak itu, banyak negara mengadopsi piagam ini dan mengintegrasikannya ke dalam kebijakan nasional mengenai penanggulangan kanker.
 
Baca Juga:
Kisah Khalisa, Anak 3 Tahun Berjuang Melawan Kanker Ginjal
 

Tema Hari Kanker Sedunia Tahun 2026


Ilustrasi: UICC

Melansir laman UICC, untuk periode 2025–2027, kampanye Hari Kanker Sedunia mengusung tema besar "United by Unique" (Bersatu dalam Keunikan). Tema ini menekankan bahwa di balik setiap diagnosis kanker terdapat kisah manusia yang unik—kisah tentang duka, rasa sakit, ketahanan, penyembuhan, dan harapan.

Oleh karena itu, kampanye ini mendorong pendekatan perawatan kanker yang berpusat pada manusia (people-centred cancer care) sebagai fondasi utama dalam membangun sistem kesehatan yang adil dan inklusif.

Kanker bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga pengalaman yang menyentuh aspek sosial, psikologis, dan ekonomi seseorang. Kampanye ini mengajak seluruh dunia untuk melihat lebih jauh dari sekadar penyakit, yaitu dengan menempatkan kebutuhan dan kisah manusia sebagai titik pusat perawatan. Pendekatan ini mendorong para pembuat kebijakan dan tenaga medis untuk merancang sistem yang empatik, personal, dan menyeluruh.

Empat prinsip utama mendasari kampanye ini:

1. Melibatkan Pasien dan Komunitas
Orang yang hidup dengan kanker harus dilibatkan secara aktif dalam perancangan layanan, kebijakan, dan praktik perawatan. Pengalaman hidup mereka memberikan wawasan penting untuk menciptakan layanan yang relevan dan manusiawi.

2. Mengubah Model Perawatan
Perawatan kanker harus berlangsung secara berkelanjutan, terkoordinasi, dan penuh welas asih—meliputi masa pengobatan, penyintas, hingga akhir hayat, dengan menjunjung martabat dan dukungan jangka panjang.

3. Keadilan, Inklusi, dan Transparansi
Setiap pengambilan keputusan harus bersifat adil dan inklusif, dengan menghapus hambatan geografis, sosial, ekonomi, dan budaya. Pelibatan pasien penting untuk menciptakan layanan yang inklusif dan sensitif secara kontekstual.

4. Menciptakan Lingkungan yang Mendukung Reformasi
Perubahan sistem perawatan kanker membutuhkan kepemimpinan yang kuat, kebijakan pendukung, sistem insentif untuk kolaborasi, serta tenaga kesehatan yang siap mengimplementasikan model baru.

Melalui tema "United by Unique", Hari Kanker Sedunia 2026 menjadi seruan bersama untuk membangun masa depan perawatan kanker yang lebih manusiawi—di mana kebutuhan pasien dan komunitas menjadi prioritas utama dalam sistem kesehatan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)