Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. (Anadolu Agency)
Pakistan Isyaratkan Iran Akan Hadiri Putaran Kedua Perundingan Damai dengan AS
Muhammad Reyhansyah • 20 April 2026 17:48
Islamabad: Pakistan mengindikasikan bahwa Iran akan tetap berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan dengan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, meski ketegangan terbaru di Selat Hormuz terus meningkat.
Dua sumber Pakistan yang mengetahui proses mediasi tersebut menyampaikan hal ini pada Senin, 20 April 2026.
Menurut sumber tersebut, delegasi Iran diperkirakan tiba di ibu kota Pakistan pada Selasa. Namun hingga kini, Teheran belum memberikan konfirmasi resmi terkait keikutsertaannya dalam pembicaraan tersebut.
Mengutip TRT World, Senin, 20 April 2026, Iran disebut akan diwakili oleh delegasi yang sama seperti pada putaran pertama awal bulan ini, yang dipimpin Ketua Parlemen Bagher Qalibaf dan turut melibatkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Di sisi lain, delegasi AS kemungkinan dipimpin Wakil Presiden JD Vance, bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner. Mereka diperkirakan tiba di Islamabad pada Senin malam atau Selasa, meski Vance disebut bisa datang secara terpisah. Hingga kini, Washington belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait jadwal kedatangan tersebut.
Sejumlah sumber Pakistan juga mengungkapkan bahwa setidaknya dua pesawat AS yang membawa tim pendahulu dan personel keamanan telah mendarat di Islamabad pada Minggu.
Perundingan Langsung Iran-AS
Kota Islamabad kembali menjadi pusat perhatian karena akan menjadi lokasi perundingan penting antara AS dan Iran, yang bertujuan mencari penyelesaian melalui jalur diplomatik atas konflik bersenjata di Timur Tengah yang telah berlangsung selama beberapa pekan.Sebagai bagian dari persiapan, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi mengunjungi Kedutaan Besar AS di Islamabad untuk membahas pengamanan menjelang perundingan tersebut.
Langkah pengamanan juga diperketat, termasuk di kota garnisun Rawalpindi yang berdekatan dengan ibu kota. Sejumlah sekolah ditutup dan ribuan personel keamanan dikerahkan guna menjaga stabilitas selama berlangsungnya pembicaraan tingkat tinggi tersebut.
Sebelumnya, Pakistan telah menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi pertama antara AS dan Iran pada 11–12 April—yang merupakan kontak langsung pertama sejak kedua negara memutus hubungan diplomatik pada 1979. Namun, perundingan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.
Dialog yang dikenal sebagai “pembicaraan Islamabad” itu digelar setelah Pakistan memediasi kedua pihak sejak konflik pecah pada 28 Februari dan berhasil mendorong gencatan senjata selama dua pekan yang mulai berlaku pada 8 April. Gencatan senjata tersebut dijadwalkan berakhir pada Rabu.
Ketegangan Baru Bayangi Negosiasi
Situasi semakin memanas setelah insiden terbaru antara kedua pihak. Ketegangan meningkat pada Senin ketika AS menyita sebuah kapal Iran, sementara Teheran kembali menutup Selat Hormuz, memicu kekhawatiran terhadap kelangsungan perundingan serta potensi gangguan terhadap pasokan global.Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukan angkatan laut negaranya telah mencegat dan melumpuhkan kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menembus blokade laut AS di Teluk Oman. Kapal tersebut kini berada dalam kendali Marinir AS.
Iran merespons langkah tersebut dengan peringatan akan melakukan pembalasan dalam waktu dekat. Teheran menilai tindakan AS sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan, yang sebagian besar masih berlangsung sejak diumumkan pada 7 April.
Baca juga: Sekutu Eropa Khawatir Kesepakatan Cepat AS-Iran Dapat Picu Kebuntuan Teknis