Penguatan IHSG Jadi Bukti Investor Percaya Reformasi Pasar Modal

Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.

Penguatan IHSG Jadi Bukti Investor Percaya Reformasi Pasar Modal

Husen Miftahudin • 14 April 2026 16:49

Jakarta: Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah reformasi pasar modal Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, tren ini mencerminkan respons pasar yang semakin konstruktif terhadap berbagai kebijakan yang digulirkan regulator.

Pada perdagangan Selasa pagi, 14 April 2026, IHSG melesat 1,91 persen ke level 7.642. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan penguatan IHSG merupakan hasil dari reformasi pasar modal yang tengah dilakukan.

Tidak hanya itu, saham domestik kini bergerak menuju transparansi yang lebih tinggi dan semakin selaras dengan standar global. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan sejumlah kebijakan baru telah dirancang untuk menjawab kekhawatiran pelaku pasar, termasuk dari penyedia indeks global.

Langkah tersebut mencakup peningkatan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, keterbukaan data pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen, hingga kewajiban pelaporan Ultimate Beneficial Owner (UBO). Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat integritas dan akuntabilitas pasar modal Indonesia.

Senior Market Chartist, Nafan Aji Gusta, melihat respons positif pasar tidak lepas dari konsistensi reformasi yang dijalankan. Ia mencontohkan keputusan FTSE Russell yang tetap menempatkan Indonesia dalam kategori secondary emerging market sebagai indikator kepercayaan global.

"FTSE Russell masih mempertahankan Indonesia di secondary emerging market. Ini menjadi langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal kita," ujar Nafan, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 14 April 2026.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Menurut Nafan, konsistensi dalam menjalankan reformasi menjadi faktor krusial. Jika kebijakan yang telah dirancang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan, transparansi pasar akan semakin meningkat dan pada akhirnya memperkuat minat investor global.

Ia juga menekankan kondisi ini penting untuk menjaga posisi Indonesia tetap berada di level emerging market, bahkan membuka peluang peningkatan status di masa depan.

"IHSG kita sudah mulai mengalami penguatan di tengah ketidakpastian global. Ini menunjukkan bahwa pasar merespons positif arah kebijakan yang ada," tambah Nafan.

Dengan kombinasi reformasi struktural dan respons pasar yang semakin solid, prospek pasar modal Indonesia dinilai semakin menjanjikan di mata investor domestik maupun global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)