Kelompok pejuang Palestina, Hamas. (Anadolu Agency)
PBB Sambut Baik Keputusan Hamas Dukung Transisi via Pembubaran Pemerintahan Gaza
Willy Haryono • 7 July 2026 06:49
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik keputusan kelompok pejuang Palestina Hamas yang membubarkan Komite Darurat Pemerintah Gaza dan menyerahkan tanggung jawab administrasi sipil kepada National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).
PBB menilai langkah tersebut dapat mendukung implementasi gencatan senjata di Jalur Gaza.
"Kami mencatat pengumuman Hamas mengenai pembubaran Komite Darurat Pemerintah dan pengalihan tanggung jawab administrasi kepada National Committee for the Administration of Gaza," kata Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric pada Senin kemarin.
"Kami menyambut setiap langkah yang berkontribusi pada implementasi perjanjian gencatan senjata dan mendukung tujuan yang tercantum dalam resolusi Dewan Keamanan, termasuk pelaksanaan penuh gencatan senjata, perlindungan warga sipil, serta penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan," lanjutnya, dikutip dari laman TRT World, Selasa, 7 Juli 2026.
Dujarric menegaskan PBB tetap mendukung upaya mewujudkan pemerintahan Palestina yang bersatu di bawah Otoritas Palestina.
Sebelumnya pada hari yang sama, pemerintah Gaza mengumumkan pembubaran Komite Darurat Pemerintah beserta pengunduran diri ketuanya, Mohammed al-Farra. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari peta jalan yang disepakati berbagai faksi Palestina untuk memfasilitasi transisi pemerintahan kepada NCAG.
NCAG merupakan badan nonpolitik yang dibentuk untuk mengelola administrasi sipil sehari-hari di Jalur Gaza. Komite yang beranggotakan sejumlah tokoh Palestina itu telah beroperasi dari Kairo sejak pertengahan Januari, namun hingga kini belum mulai menjalankan tugasnya dari dalam Gaza.
Di sisi lain, PBB mengingatkan bahwa kebutuhan kemanusiaan di Gaza masih sangat besar. Dujarric mengatakan operasi bantuan masih terkendala karena sebagian besar perlintasan menuju Gaza tetap ditutup oleh Israel serta adanya pembatasan terhadap sejumlah jenis barang.
Data Mekanisme PBB 2720 menunjukkan volume bantuan yang masuk ke Gaza pada Juni turun menjadi kurang dari 42.000 palet, dibandingkan sekitar 46.600 palet pada Mei.
Ia juga menyebut hanya 42 persen bantuan dari Mesir dan 65 persen bantuan yang dikirim melalui Pelabuhan Ashdod berhasil dibongkar di perlintasan Karem Abu Salem selama sepekan terakhir.
Menurut PBB, sekitar 2,4 juta warga Palestina di Gaza, termasuk sekitar 1,5 juta pengungsi, masih menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.
Baca juga: Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza, Buka Jalan bagi Komite Transisi