Presiden Belarus Alexander Lukashenko. Foto: YouTubes BPMI Setpres
Lukashenko Sambut Rencana Pembukaan KBRI di Belarus, Optimistis Pariwisata Meningkat
Muhammad Reyhansyah • 2 July 2026 15:32
Jakarta: Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyambut baik rencana pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belarus yang dinilainya akan memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.
Lukashenko mengatakan pembukaan perwakilan diplomatik Indonesia di Minsk akan menjadi tonggak baru dalam hubungan bilateral yang telah terjalin lebih dari tiga dekade.
Menurut Lukashenko, masyarakat Belarus memiliki minat yang besar untuk berkunjung ke Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap berbagai upaya untuk memperkuat konektivitas kedua negara dapat terus didorong.
"Kami juga berharap adanya penerbangan langsung yang akan semakin memudahkan masyarakat kedua negara untuk saling berkunjung," ujar Lukashenko.
Harap Permudah Mobilitas Warga
Selain rencana pembukaan kedutaan dan penguatan konektivitas penerbangan, Lukashenko mengatakan kemudahan mobilitas masyarakat juga diharapkan dapat didukung melalui kebijakan visa yang lebih mempermudah perjalanan warga kedua negara.Menurutnya, langkah-langkah tersebut akan menjadi fondasi penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contacts) sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan.
"Bagi masyarakat Belarus, Indonesia merupakan destinasi yang sangat menarik. Karena itu kami memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kunjungan wisatawan kedua negara," kata Lukashenko.
Lukashenko juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya memperluas hubungan Indonesia dan Belarus di berbagai bidang. Menurutnya, berbagai kesepakatan yang dicapai dalam kunjungan kenegaraannya ke Jakarta menjadi modal penting bagi penguatan hubungan bilateral pada masa mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, Indonesia dan Belarus turut menandatangani tujuh nota kesepahaman (MoU) di berbagai bidang strategis, meliputi industri, kebudayaan, riset ilmiah dan teknis, pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, sektor jasa keuangan, kesehatan, serta standardisasi dan akreditasi.
Indonesia dan Belarus menjalin hubungan diplomatik sejak 1993. Kunjungan kenegaraan Lukashenko ke Jakarta merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Minsk pada 2025 yang menghasilkan penyusunan roadmap kerja sama bilateral hingga 2030.