Harga Emas Dunia Pulih

Ilustrasi. Foto: Unplash

Harga Emas Dunia Pulih

Eko Nordiansyah • 9 January 2026 08:13

Chicago: Harga emas pulih dari kerugian sebelumnya pada Kamis, 8 Januari 2026. Meskipun penguatan dolar AS menahan kenaikan menjelang data pasar tenaga kerja AS yang penting.

Melansir Investing.com, Jumat, 9 Januari 2026, harga emas spot naik 0,5 persen menjadi USD4.477,57 per ons dan harga emas berjangka AS juga turun 0,6 persen menjadi USD4.487,90 per ons.

Indeks Dolar AS mempertahankan kenaikan yang terlihat selama dua sesi sebelumnya, dan penguatan ini telah membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Para pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang laporan data nonfarm payrolls AS pada hari Jumat, sebuah data penting yang dapat membentuk ekspektasi seputar kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Angka pekerjaan yang lebih lemah dapat memperkuat spekulasi penurunan suku bunga, mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap imbal hasil yang lebih rendah.

Ketegangan AS-Venezuela membatasi kerugian

Meskipun demikian, kerugiannya kecil karena drama AS-Venezuela yang sedang berlangsung terus memicu permintaan emas sebagai aset safe-haven.

Pada hari Rabu, pasukan AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan pengiriman minyak mentah Venezuela, termasuk satu yang berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai peningkatan penegakan sanksi Washington terhadap ekspor minyak Venezuela.
 



(Ilustrasi emas. Foto: Dok Bappebti)

Para pejabat AS mengatakan operasi tersebut bertujuan untuk mengganggu aliran minyak yang dikenai sanksi yang membantu mendanai pemerintah Venezuela dan menghindari pembatasan AS.

Penangkapan kapal tanker berbendera Rusia telah menuai kecaman dari Moskow, yang menyebut penyitaan itu sebagai "pembajakan terang-terangan" dan menuntut pemulangan warga negaranya yang berada di antara awak kapal, menurut laporan.

Harga emas bisa mencapai USD5.000 per ons

Harga emas bisa naik hingga USD5.000 per ons pada paruh pertama tahun 2026, didorong oleh risiko geopolitik, tekanan fiskal yang meningkat, dan permintaan investasi yang berkelanjutan.

Menurut analis HSBC James Steel, perdagangan akan tetap bergejolak, dengan kemungkinan penurunan tajam, tetapi melihat dukungan mendasar yang kuat dalam jangka pendek.

Harga emas mencapai rekor USD4.548 per ons pada akhir Desember 2025, dan analis tersebut mengatakan momentum dapat membawa harga lebih tinggi hingga awal 2026. Reli ini didorong oleh aliran dana ke aset aman, ketidakpastian kebijakan, dan dolar AS yang lebih lemah.

“Kami memperkirakan harga akan diperdagangkan pada atau mendekati USD5.000 per ons pada paruh pertama tahun 2026. Namun, ada kemungkinan bahwa seiring berjalannya tahun 2026, reli tersebut mungkin akan melambat,” tulis Steel dalam sebuah catatan.

Sementara itu, logam mulia dan logam industri lainnya juga diperdagangkan lebih rendah pada hari Kamis. Harga perak turun 4,7 persen menjadi USD73,935 per ons, sementara platinum turun 2,6 persen menjadi USD2.208,55 per ons.

Kontrak berjangka tembaga acuan di London Metal Exchange turun dua persen menjadi USD12.634,00 per ton, sementara kontrak berjangka tembaga AS diperdagangkan 1,9 persen lebih rendah menjadi USD5,7518 per pon.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)