Polda Jabar Siapkan Antisipasi Kemacetan saat Munggahan dan Imlek

Salah satu ruas jalan di Kota Bogor, Jalan Otista, terpantau padat Kamis 5 Mei siang ini. (Foto: Metrotvnews.com/Mulvi)

Polda Jabar Siapkan Antisipasi Kemacetan saat Munggahan dan Imlek

P Aditya Prakasa • 12 February 2026 10:33

Bandung: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat memetakan sejumlah wilayah yang diprediksi akan menjadi titik kemacetan saat libur panjang sejak Sabtu, 14 Februari hingga Selasa, 17 Februari 2026. Selain libur Tahun Baru Imlek 2026, masyarakat juga diprediksi akan melakukan tradisi munggahan sebelum Ramadan 2026. 

Direktur Ditlantas Polda Jawa Barat, Kombes Raydian Kokrosono mengatakan, pihaknya akan mengantisipasi kemacetan yang bakal terjadi saat libur panjang. Selain itu, wilayah-wilayah yang masih rawan kecelakaan lalu lintas juga telah dilakukan pemetaan.

"Kita sudah me-mapping, sudah memetakan tempat-tempat mana yang harus menghadirkan polisi di situ untuk mengatur lalu lintas supaya tidak terjadi kemacetan atau kecelakaan," ucap Raydian, di Bandung, Kamis 12 Februari 2026.

Raydian mengatakan, Ditlantas Polda Jawa Barat bersama polres jajaran telah melakukan rapat koordinasi terkait pengamanan libur panjang. Pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah rencana untuk mengantisipasi kemacetan.

"Apalagi munggahan ini sudah tradisi, kemudian apa namanya tradisi untuk nyekar ya. Jadi Insyaallah mudah-mudahan ini bentar lagi libur panjang ini, dari mulai hari Sabtu sampai Imlek sampai Selasa. Kami sudah arahkan kemarin kami sudah zoom meeting pada para kasat lantas untuk mengantisipasi itu," jelas Raydian.

Kepadatan arus kendaraan di Jalan Asia Afrika, Bandung, jelang malam pergantian tahun, MTVN - Roni Kurniawan

Menurut Raydian, langkah antisipasi juga pemetaan tidak hanya dilakukan saat momen libur panjang saja. Dia menegaskan, jajarannya akan tetap bersiaga tidak hanya di momen libur panjang saja.

"(Imlek) ini hampir sama dengan munggahan juga karena waktunya sama. Ya, artinya tidak hanya munggahan, di waktu-waktu yang sejenis seperti munggahan, otomatis kita harus hadir di tengah-tengah masyarakat," jelas Raydian.

Di samping itu, Polda Jawa Barat juga telah melakukan survei dan pemetaan jalur utama untuk arus mudik mulai dari Pantura, jalan tol, hingga jalur arteri selatan. Dari hasil pengecekan di lapangan, Raydian masih ditemukan sejumlah titik yang belum sepenuhnya aman untuk dilalui pemudik di kawasan Pantai Selatan (Pansela).

"Ada beberapa lokasi yang rawan longsor. Bahkan di salah satu titik, kondisi jalan sudah tergerus sekitar sepertiga badan jalan. Kemudian ada penerangan juga, sehingga pengemudi pengendara yang memilih jalan itu agak sungkan, agak enggan," kata dia.

Sebagai tindak lanjut, kata Raydian, Polda Jawq Barat telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan perbaikan. Dia berharap masyarakat yang melakukan mudik bisa merasa aman dan nyaman saat melakukan perjalanan.

"Pak Kapolda sudah menyampaikan arahan kepada kami untuk segera berkoordinasi kepada PU, koordinasi kepada instansi terkait, supaya segera dibenahi. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah untuk bisa maksimal memberikan penerangan PJU yang di lokasi Pansela itu," jelas Raydian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)