Ilustrasi. Foto: Freepik.
Simak! Pengertian Current Ratio dan Cara Menghitungnya
Eko Nordiansyah • 19 August 2025 20:42
Jakarta: Current ratio adalah rasio keuangan yang digunakan sebagai alat pengukur kemampuan suatu usaha dalam membayar kewajiban jangka pendek seperti upah karyawan dan utang usaha.
Umumnya, tingginya angka current ratio suatu perusahaan menunjukan besar kemampuan perusahaan tersebut dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Current ratio banyak dilakukan oleh kreditur, trader, maupun investor untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar utang saat jatuh tempo.
Tidak hanya bermanfaat bagi investor dan kreditur saja, perhitungan ini juga berguna bagi perusahaan dalam mengatur strategi dalam melancarkan likuiditas, dilansir dari laman Indodax dan OCBC.
| Baca juga: |
(1)(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Cara menghitung current ratio
Current Ratio=Total aset lancar dibagi total kewajiban lancarAset lancar: meliputi kas, persediaan, piutang, investasi jangka panjang, dan beban dibayar di muka.
Kewajiban lancar: meliputi pinjaman jangka pendek bank, utang pajak, utang wesel, pendapatan diterima di muka, dan lainnya.
Contoh, jika suatu perusahaan mempunyai aset lancar sebanyak Rp200 juta dan kewajiban lancar sebesar Rp20 juta, maka:
Current Ratio = Rp200 juta/Rp20 juta = 10,0
Artinya, setiap Rp1 kewajiban jangka pendek, perusahaan memiliki Rp10 aset lancar yang dapat digunakan untuk membayar. Secara umum 10,0 dianggap sebagai nilai current ratio yang sehat. (Aulia Rahmani Hanifa)