Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki. Dok. Kemenag
Wamenag Dorong BWI Siapkan Sistem yang Mengintegrasikan Data Wakaf Nasional
Achmad Zulfikar Fazli • 31 August 2024 20:00
Jakarta: Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki mengungkapkan pentingnya upaya modernisasi tata kelola wakaf Indonesia. Dia mendorong Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyiapkan satu perangkat atau sistem yang mampu mengintegrasikan data wakaf nasional, sekaligus dapat meningkatkan literasi wakaf masyarakat.
Hal ini disampaikan Wamenag Saiful saat peluncuran Gerakan Indonesia Berwakaf. Peluncuran yang dilakukan bersama Ketua BWI, Kamaruddin Amin ini ditandai dengan penekanan tombol sirine bersamaan dengan Malam Puncak Harlah ke-17 BWI di Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2024.
“Hal tersebut tidak hanya memastikan tata kelola wakaf menjadi optimal, tetapi juga menjamin perlindungan aset wakaf dari potensi penyalahgunaan yang tidak sesuai syariat Islam,” ujar Wamenag Saiful, Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2024.
Sementara itu, Ketua BWI Kamaruddin Amin mengatakan pihaknya terus berupaya mencatat seluruh lembaga dan nazir wakaf di Indonesia. Dia menyampaikan upaya dilakukan melalui cabang-cabang BWI yang tersebar di berbagai wilayah.
Dia menjelaskan BWI telah meluncurkan aplikasi Satu Wakaf yang dapat diakses melalui telepon seluler. “Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam berwakaf, sehingga kegiatan berwakaf menjadi lebih terintegrasi dan transparan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam Kemenag itu.
Selain itu, BIW akan gencar menyosialisasikan Gerakan Indonesia Berwakaf ke Ormas, masjid, hingga calon pengantin (Catin) untuk mendongkrak capaian potensi wakaf uang nasional.
“Sejumlah langkah dilakukan termasuk sosialisasi kepada berbagai kementerian/lembaga, organisasi kemasyarakatan, masjid, calon pengantin, jemaah haji dan umrah, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar dia.
Baca Juga:
Harlah ke-17, BWI Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Gerakan Wakaf |
Kamaruddin menjelaskan potensi wakaf uang nasional diperkirakan mencapai Rp180 triliun setiap tahun. Namun, realisasi wakaf uang yang terkumpul secara nasional baru mencapai Rp2,5 triliun.
“Realisasi wakaf uang yang terkumpul secara nasional baru mencapai Rp2,5 triliun. Kita optimis ini terus berkembang,” ungkap dia.
Dia mengajak seluruh elemen bangsa dapat berpartisipasi dalam Gerakan Indonesia Berwakaf. Dia menyebut wakaf bagi bangsa Indonesia, tidak hanya bermanfaat untuk ibadah, tetapi untuk meningkatkan sosio-ekonomi masyarakat. Hal tersebut dapat membantu mengurangi ketimpangan sosial.
“Kami memberi literasi kepada masyarakat bahwa berwakaf tidak harus berupa aset atau tanah, tetapi bisa juga dalam bentuk wakaf uang, yang bisa dimulai dari Rp20.000 saja,” ucap dia.
Kamaruddin menyebut, jika seratus juta orang kelas menengah di Indonesia berwakaf setidaknya Rp20 ribu per tahun, potensinya akan mencapai angka yang fantastis.
“Coba bayangkan, jika seratus juta orang kelas menengah di Indonesia berwakaf setidaknya Rp20.000 saja per tahun, potensinya sangat besar sekali,” ujar dia.
Kamaruddin berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil. Sehingga, dana wakaf dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi bangsa.