Ilustrasi cuaca ekstrem di musim hujan. Foto: dok. Antara.
Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah, BNPB Imbau Masyarakat Lakukan Mitigasi
Gabriella Thesa Widiari • 30 October 2026 21:02
Jakarta: Pemerintah mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah. Ancaman cuaca ekstrem tersebut meliputi banjir, angin kencang, hingga tanah longsor di berbagai wilayah.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia dan pemerintah daerah senantiasa melakukan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan dalam konferensi pers, Jumat, 30 Oktober 2026.
Warga juga dinilai perlu mengidentifikasi jalur evakuasi yang aman serta menyiapkan tas siaga bencana. Untuk tas darurat ini minimal harus memuat berbagai kebutuhan dasar untuk tiga hari ke depan.
Selain itu, pengecekan terhadap infrastruktur, bendungan, dan kondisi sungai secara berkala juga perlu dilakukan. Langkah tersebut penting agar potensi bahaya dapat terdeteksi lebih awal dan penanganan darurat bisa segera diambil.
Untuk mengantisipasi angin puting beliung dan angin kencang, warga diimbau memperkuat konstruksi atap bangunan. Masyarakat juga perlu memangkas ranting pohon di sekitar rumah maupun ruang publik yang berisiko patah.
Warga diingatkan agar tidak berlindung di dekat objek berbahaya seperti papan reklame dan pohon tinggi saat cuaca buruk. Upaya pencegahan ini diharapkan mampu menekan risiko jatuhnya korban jiwa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan. Foto: Istimewa.
Sementara itu, untuk mengantisipasi tanah longsor, warga yang tinggal di kawasan rawan diminta segera mengevakuasi diri jika terjadi hujan lebat dalam durasi lama. Masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda awal pergerakan tanah di sekitar tempat tinggal.
“Kemudian, identifikasi tanda-tanda bahaya longsor seperti munculnya retakan pada tanah maupun lantai,” kata Berton.
Lebih lanjut, BNPB meminta pemerintah daerah untuk memperkuat pemantauan wilayah rawan serta memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana. Peningkatan kesiapsiagaan ini krusial mengingat potensi cuaca ekstrem dengan status siaga diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Status siaga hujan lebat hingga sangat lebat dipetakan berpotensi terjadi di Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Sementara itu, status waspada hujan sedang hingga lebat mencakup seluruh wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.