Bisnis Air Minum Tak Sekadar Jual Produk, Ini Strateginya

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Bisnis Air Minum Tak Sekadar Jual Produk, Ini Strateginya

Ade Hapsari Lestarini • 26 October 2026 17:23

Jakarta: Perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) tidak hanya menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk, tetapi juga dalam memberikan informasi yang mudah dipahami konsumen. Edukasi mengenai sumber air, proses pengolahan, higienitas, dan identitas produk menjadi salah satu pendekatan yang digunakan perusahaan untuk berkomunikasi dengan pasar.

Aqua memperkenalkan Aqila, karakter yang merepresentasikan anak Generasi Alpha dengan rasa ingin tahu tinggi, sebagai bagian dari upaya mengedukasi anak dan orang tua mengenai kualitas air minum. Melalui pendekatan ini, perusahaan mengajak keluarga memahami produk yang dikonsumsi sehari-hari serta memperhatikan informasi pada kemasan.

Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation Aqua Tria Rosemiarti menjelaskan, kualitas air minum dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari sumber air, proses produksi, higienitas kemasan, pengujian kualitas, hingga penyimpanan.

"Kita sering kali melihat air hanya dari kejernihannya. Padahal, ada banyak aspek lain yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas air minum. Karena itu, keluarga perlu semakin kritis memahami sumber air, proses pengolahan, higienitas, hingga bagaimana kualitas produk dijaga sebelum sampai kepada konsumen. Untuk itu penting bagi keluarga mulai memperhatikan dan memeriksa keberadaan identitas merek dan produsen, label, izin edar, serta tutupnya," ujar Tria, dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2026.

Sementara dari sisi konsumen, identitas produsen, label, segel, dan izin edar menjadi informasi yang dapat diperiksa sebelum membeli produk air minum. Pada produk air minum isi ulang, konsumen juga perlu memperhatikan informasi sumber air, proses pencucian galon, sanitasi, dan pengujian kualitas.

Aqua menyebut badan galon bermerek dapat digunakan kembali sehingga identitas pada badan galon saja belum tentu memastikan asal produk yang berada di dalamnya. Karena itu, konsumen disarankan memeriksa kemasan secara menyeluruh, termasuk tutup, segel, label, dan identitas produk. Tutup galon yang menggunakan kombinasi warna biru dan putih serta teknologi double injection, memadukan tutup dan segel dalam satu kesatuan untuk membantu melindungi produk hingga kemasan dibuka.

Marketing Director Aqua, Adisti Nirmala, mengatakan rasa ingin tahu anak dapat menjadi pintu masuk untuk membangun pemahaman mengenai produk yang dikonsumsi keluarga sejak dini.

"Anak-anak saat ini tumbuh dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Melalui Aqila, kami ingin menjadikan rasa ingin tahu tersebut sebagai sesuatu yang positif dengan mengajak anak dan orang tua bersama-sama memahami apa yang mereka konsumsi setiap hari, termasuk mengenali kualitas air minum dengan cara yang sederhana dan menyenangkan," kata Adisti.
 



Menumbuhkan kebiasaan mencari informasi sebelum membeli produk


Sebagai bagian dari edukasi tersebut, Aqua memperkenalkan kriteria Aquaah, yang merupakan akronim dari Alami, Quality Control, Untung, Aman, Adem, dan Higienis. Perusahaan menggunakan kriteria tersebut untuk menjelaskan karakteristik produk serta proses produksinya.

Aqua menyatakan produknya berasal dari sumber air pegunungan terpilih dengan kandungan mineral seimbang. Perusahaan juga menyebut penerapan pengendalian kualitas melalui 400 parameter, penggunaan galon PET yang diklaim memenuhi persyaratan keamanan pangan dan bebas BPA, serta penerapan teknologi double injection pada tutup galon.

Selain itu, perusahaan menyebut proses produksinya mencakup tahapan penyaringan, sterilisasi, dan sanitasi galon. Seluruh informasi tersebut merupakan keterangan perusahaan. Dari sisi kesehatan, dokter spesialis anak Mayapada Hospital Jakarta Timur, Marlina Tanjung menekankan pentingnya kualitas dan higienitas air minum bagi kesehatan keluarga, terutama anak-anak.

"Hidrasi bukan hanya soal cukup minum, tetapi juga memastikan air yang dikonsumsi bersih dan higienis. Air minum yang tidak terjaga higienitasnya dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, yang pada anak dapat mengganggu asupan dan penyerapan nutrisi serta berdampak pada proses tumbuh kembang," ujar dia.

Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Timur, Dina Hanum mengatakan pihaknya mendukung inisiatif edukasi kesehatan keluarga.

"Kami percaya pemenuhan hidrasi dan kualitas air minum yang baik merupakan salah satu fondasi penting kesehatan keluarga, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak. Selaras dengan komitmen Mayapada Hospital Jakarta Timur sebagai Family Friendly Hospital dengan semangat menghadirkan layanan kesehatan yang unggul bagi setiap generasi, kami terus mendampingi keluarga membangun kebiasaan hidup sehat melalui edukasi serta layanan pediatrik dan tumbuh kembang anak yang komprehensif," ujar Dina.

Ibu Bijak AQUA, Sindy Fung, menambahkan rasa ingin tahu anak dapat dimanfaatkan orang tua untuk membangun kebiasaan memeriksa informasi produk yang dikonsumsi keluarga.

"Rasa ingin tahu anak sebenarnya bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membangun kebiasaan baik. Anak bisa diajak untuk bertanya dari mana air yang diminumnya berasal, melihat label dan kemasannya, sampai memahami mengapa kita harus cermat memilih apa yang dikonsumsi," ujar Sindy.

Melalui pengenalan Aqila dan materi edukasi kualitas air minum, Aqua berupaya menjangkau keluarga melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian anak. Perusahaan berharap edukasi tersebut mendorong kebiasaan mencari informasi dan memeriksa produk sebelum dikonsumsi.

(Ade Hapsari Lestarini)