Gedung Putih Tegaskan AS Tak Berencana Jual Senjata ke Tiongkok

Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Anadolu Agency)

Gedung Putih Tegaskan AS Tak Berencana Jual Senjata ke Tiongkok

Muhammad Reyhansyah • 29 September 2026 12:06

Washington: Gedung Putih menegaskan Amerika Serikat (AS) tidak memiliki rencana menjual senjata kepada Tiongkok setelah Duta Besar AS untuk Tiongkok David Perdue mengatakan Presiden Donald Trump sempat bertanya kepada Presiden Xi Jinping apakah Beijing tertarik membeli senjata AS.

“Pemerintah AS tidak memiliki rencana untuk menjual senjata kepada Tiongkok,” kata seorang pejabat AS kepada AFP, Senin, 28 September 2026.

Departemen Luar Negeri AS juga menegaskan tidak ada tawaran maupun rencana penjualan senjata kepada Tiongkok. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Perdue mengungkap bahwa Trump pernah menyampaikan tawaran tersebut kepada Xi.

“Hukum AS melarang penjualan senjata kepada Tiongkok dan tidak ada tawaran atau rencana untuk menjual senjata kepada Tiongkok,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan kepada The New York Times, dikutip dari Channel News Asia.

Perdue sebelumnya mengatakan Trump menyampaikan pertanyaan tersebut saat kunjungan kenegaraan Xi ke Gedung Putih pekan lalu. Menurut Perdue, tawaran itu muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran Tiongkok mengenai penjualan senjata AS kepada Taiwan.

“Presiden Trump terus mengatakan: ‘Kami menjual senjata kepada orang lain di seluruh dunia.’ Dia bahkan bertanya kepada Presiden Xi—apakah dia ingin membeli beberapa?” kata Perdue dalam wawancara dengan Fox News.

“Ada pembicaraan yang terus berlangsung mengenai penjualan lainnya, (Trump) dan Presiden Xi membicarakan hal itu setiap kali mereka bertemu,” tambah Perdue, seraya mengatakan posisi AS tidak berubah.

Penjualan Senjata ke Taiwan

Penjualan senjata AS kepada Taiwan selama ini menjadi salah satu isu sensitif dalam hubungan Washington dan Beijing.

Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan mengancam akan merebutnya dengan kekuatan. Sementara itu, AS diwajibkan berdasarkan hukum untuk memasok senjata kepada Taiwan guna mendukung pertahanannya.

Washington menyetujui penjualan senjata senilai USD11,1 miliar kepada Taiwan pada Desember. Menurut Perdue, jumlah tersebut merupakan “lebih banyak senjata ke Taiwan dibandingkan presiden mana pun sejak 1979."

Pada Mei, AS menghentikan sementara pembelian senjata Taiwan senilai USD14 miliar. Trump menyebut langkah tersebut sebagai “alat tawar-menawar yang sangat baik” dalam pembicaraan dengan Tiongkok.

Langkah tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan isu keamanan Taiwan menjadi bagian dari negosiasi antara Washington dan Beijing.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak secara langsung menjawab ketika dimintai tanggapan mengenai pernyataan Perdue pada Senin. Namun, Beijing mengatakan Tiongkok “selalu memperkuat kemampuan pertahanan nasional berdasarkan kebutuhannya sendiri dan tetap berkomitmen menjaga perdamaian serta stabilitas dunia."

Beijing pada Juni memperingatkan Taiwan bahwa upaya mencari kemerdekaan “dengan mengandalkan AS atau melalui cara militer adalah jalan buntu."

Saat berkunjung ke Washington, Xi kembali meminta Trump menunjukkan “kehati-hatian” terkait Taiwan dan mendorong AS secara eksplisit menentang kemerdekaan Taiwan.

Trump tidak mengungkap apakah Taiwan dibahas dalam pertemuannya dengan Xi. Kedua pemimpin telah bertemu dua kali tahun ini dan dijadwalkan kembali bertemu pada KTT APEC di Shenzhen, Tiongkok, pada November serta forum G20 di Miami pada Desember.

Baca juga: Dubes AS Sebut Trump Pernah Tawarkan Penjualan Senjata ke Tiongkok

(Willy Haryono)