Bursa Saham Eropa Menguat, Cetak Kinerja Terbaik dalam 3 Bulan

Perdagangan saham di Bursa Efek Frankfurt. Foto: Xinhua/Lu Yang.

Bursa Saham Eropa Menguat, Cetak Kinerja Terbaik dalam 3 Bulan

Husen Miftahudin • 10 October 2026 09:11

Frankfurt: Bursa saham Eropa menguat tajam pada perdagangan Jumat waktu setempat, mencatatkan kinerja harian terbaik dalam lebih dari tiga bulan. Penguatan tersebut didukung meredanya tekanan di pasar obligasi pemerintah sehingga mendorong pembelian saham di sejumlah bursa utama kawasan tersebut.

Mengutip Investing.com, Sabtu, 10 Oktober 2026, indeks pan-Eropa STOXX Europe 600 ditutup naik hampir 1 persen. Kenaikan tersebut menghapus kerugian pada sesi sebelumnya dan membawa indeks mencatatkan penguatan mingguan sebesar 0,2 persen, sekaligus mengakhiri potensi penurunan selama dua pekan berturut-turut.

Di antara bursa utama Eropa, indeks DAX Jerman memimpin kenaikan dengan melonjak 1,3 persen. Indeks CAC 40 Prancis menguat 0,93 persen, sedangkan IBEX 35 Spanyol naik 1,11 persen. Indeks FTSE MIB Italia dan FTSE 100 Inggris masing-masing bertambah 1,1 persen.

Meredanya tekanan di pasar obligasi menjadi salah satu pendorong utama penguatan bursa Eropa pada Jumat. Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun turun dari level tertinggi sejak awal 2002, yang sebelumnya mendekati 4,90 persen.

Penurunan tersebut membantu mempersempit selisih imbal hasil antara obligasi pemerintah Prancis dan obligasi pemerintah Jerman atau Bund. Kondisi ini turut mengurangi tekanan terhadap valuasi saham di kawasan Eropa.

Saham perbankan Prancis ikut pulih setelah mengalami tekanan sepanjang pekan akibat kekhawatiran kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah terhadap nilai portofolio dan biaya pendanaan perbankan.

Saham BNP Paribas, Crédit Agricole, dan Société Générale masing-masing menguat dalam kisaran 0,5–1 persen pada perdagangan Jumat.
 

 

Saham telekomunikasi tertekan langkah SpaceX


Di tengah penguatan mayoritas bursa Eropa, saham sektor telekomunikasi justru mengalami tekanan. Sentimen negatif muncul setelah SpaceX dikabarkan menyepakati akuisisi portofolio spektrum pita rendah nasional milik perusahaan ekuitas swasta Grain Management senilai USD8 miliar.

Kesepakatan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai potensi persaingan jangka panjang dari layanan komunikasi satelit langsung ke perangkat seluler.

Saham Deutsche Telekom anjlok 8 persen. Penurunan tersebut juga dipengaruhi kepemilikan saham mayoritas perusahaan itu di T-Mobile US.

Sementara itu, saham Vodafone Inggris turun 4,5 persen, Orange Prancis melemah 3,4 persen, dan Telefónica Spanyol terkoreksi 3,3 persen.

Sebaliknya, saham produsen material semikonduktor Prancis, Soitec, melonjak 7 persen setelah BofA Securities menaikkan rekomendasi saham perusahaan tersebut menjadi Beli dari sebelumnya Netral. Target harganya juga dinaikkan menjadi EUR300 dari EUR152.


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Investor menanti laporan keuangan kuartal III


Setelah tekanan di pasar obligasi mereda, perhatian investor mulai beralih ke musim publikasi laporan keuangan perusahaan kuartal III 2026 yang dijadwalkan dimulai pada pekan berikutnya.

Berdasarkan data pelacakan Reuters, laba bersih gabungan perusahaan yang tergabung dalam STOXX 600 diproyeksikan meningkat 21 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut diperkirakan masih banyak ditopang perusahaan energi yang diuntungkan oleh tingginya harga minyak mentah dan gangguan pasokan di jalur pelayaran Timur Tengah.

Di luar sektor energi, pertumbuhan laba diproyeksikan mencapai 9,7 persen, sedangkan pendapatan diperkirakan meningkat 10,6 persen.

Proyeksi tersebut menjadi salah satu indikator yang akan dicermati investor untuk menilai kinerja perusahaan-perusahaan Eropa menjelang rangkaian publikasi laporan keuangan kuartal III.

(Husen Miftahudin)