Wall Street Bangkit, Dow Jones 'Gondol' Cuan Paling Banyak

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Xinhua/Wang Ying.

Wall Street Bangkit, Dow Jones 'Gondol' Cuan Paling Banyak

Husen Miftahudin • 10 October 2026 08:29

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat. Kenaikan tersebut mengakhiri pekan yang bergejolak di tengah kenaikan imbal hasil obligasi dan harga energi.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 10 Oktober 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,83 persen ke level 51.654,95. Indeks S&P 500 menguat 0,59 persen menjadi 7.811,54, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 0,64 persen ke posisi 27.366,17.

Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau. Sektor real estat memimpin kenaikan dengan penguatan 1,88 persen, disusul sektor barang konsumsi nonesensial sebesar 1,69 persen.

Sebaliknya, sektor jasa komunikasi turun 0,4 persen dan sektor energi melemah 0,18 persen. Sementara itu, sektor teknologi naik 0,36 persen, ditopang saham Microsoft, Amazon, dan Palantir Technologies.
 

 

Saham operator telekomunikasi tertekan


Sektor telekomunikasi mengalami tekanan setelah SpaceX mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi portofolio lisensi spektrum pita rendah nasional pada Kamis malam waktu setempat.

Perusahaan kedirgantaraan dan satelit tersebut menyatakan akuisisi itu akan mengatasi hambatan teknis penting dalam pengembangan Starlink Mobile sebagai operator jaringan seluler domestik utama.

Pengumuman tersebut menekan saham sejumlah operator seluler konvensional. Saham AT&T, T-Mobile US, dan Verizon Communications anjlok dalam rentang 8,75–13,27 persen.

Verizon mencatat penurunan harian terdalam sejak 2002. Pergerakan tersebut berlawanan dengan penguatan mayoritas sektor di pasar saham AS pada akhir pekan.

Dari sisi kinerja perusahaan, Delta Air Lines melaporkan hasil keuangan kuartal III 2026 yang berada di bawah ekspektasi Wall Street. 

Kenaikan biaya bahan bakar pesawat mengimbangi permintaan yang masih kuat terhadap layanan perjalanan premium. Kondisi tersebut membayangi kinerja perusahaan penerbangan itu pada periode pelaporan terbaru.


(Ilustrasi. Foto: iStock)
 

Sentimen konsumen AS melemah


Dari sisi ekonomi, kepercayaan konsumen AS kembali melemah di tengah tekanan biaya hidup. Indeks Sentimen Konsumen sementara yang dirilis Universitas Michigan turun menjadi 46,3 pada Oktober 2026.

Angka tersebut merupakan level terendah dalam lima bulan terakhir sekaligus berada di bawah perkiraan pasar sebesar 48. Pada saat yang sama, ekspektasi inflasi konsumen untuk satu tahun ke depan sedikit meningkat menjadi 4,7 persen.

Penguatan pada Jumat mengakhiri lima sesi perdagangan yang bergejolak. Pergerakan pasar selama periode tersebut diwarnai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak mentah acuan.

Pada pekan berikutnya, perhatian investor akan tertuju pada percepatan publikasi laporan keuangan perusahaan untuk kuartal III 2026.

Sejumlah perusahaan besar dijadwalkan menyampaikan kinerja keuangannya, termasuk Citigroup dan Wells Fargo dari sektor perbankan, serta UnitedHealth Group dan Johnson & Johnson dari sektor kesehatan.

(Husen Miftahudin)