Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan merambah ke pemukiman warga di Kabupaten Yahukimo. Foto: Istimewa.
Masyarakat Yahukimo Mulai Terserang ISPA Akibat Kabut Asap
Siti Yona Hukmana • 10 October 2026 16:50
Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat yang melanda Provinsi Papua Selatan mulai berdampak kepada masyarakat. Paparan kabut asap pekat merambah ke permukiman warga di Kabupaten Yahukimo hingga berdampak pada kesehatan.
"Per hari ini, saya mendengar bahwa di Kabupaten Yahukimo asap sudah masuk sampai ke dalam rumah warga. Masyarakat mulai terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk-batuk, dan sesak napas," kata Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 Oktober 2026.
"Selain kita berdoa supaya hujan turun, ini harus dijadikan perhatian serius. Jika dalam satu atau dua hari ke depan hujan tidak kunjung turun dan titik api belum dipadamkan, korban masyarakat yang terdampak akan jauh lebih banyak," ujar Ketua Asosiasi Bupati Papua Pegunungan itu.
Didimus melanjutkan dampak signifikan dari paparan kabut asap ini adalah lumpuhnya akses transportasi udara yang menjadi urat nadi perekonomian kawasan pegunungan Papua. Di Distrik Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yahukimo, aktivitas penerbangan dilaporkan terhenti selama 3 hingga 5 hari akibat jarak pandang yang tidak aman.

Peta kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan. Foto: Istimewa.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Jayawijaya (Wamena), di mana maskapai penerbangan logistik dan penumpang tidak dapat mendarat. Lumpuhnya konektivitas udara ini memicu rantai masalah baru (multi-effect) bagi pasokan logistik dan bahan pokok, seperti pasokan bahan pokok ke kawasan pegunungan terhenti akibat nihilnya penerbangan kargo.
Maka itu, Didimus Yahuli menyerukan koordinasi cepat lintas daerah serta keterlibatan aktif Pemerintah Pusat. Di samping itu, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Papua Pegunungan, serta Pemerintah Kabupaten di kawasan terdampak diminta segera melakukan aksi penanganan bencana.
"Harus ada langkah strategis pemadaman titik api di wilayah selatan. Kami meminta perhatian serius dari Pemerintah Pusat, bila perlu status ini menjadi perhatian nasional untuk pengerjaan pemadaman darurat," ujar Didimus.