Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal. Metrotvnews.com/Duta Erlangga
Bulog Dorong KDKMP Jadi Penggerak Ekonomi dari Desa ke Kota
Muhammad Adyatma Damardjati • 8 October 2026 13:34
Jakarta: Perum Bulog mendorong pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pangan sekaligus menggerakkan perekonomian dari tingkat desa.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan keberadaan KDKMP diharapkan mampu mengubah pola pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya berpusat di perkotaan. Aktivitas ekonomi diharapkan tumbuh dari desa dan kemudian memberikan dampak lebih luas hingga ke kota.
Menurut Rizal, salah satu faktor yang mendukung stabilisasi harga gabah saat ini adalah kepastian kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Pemerintah menetapkan harga pembelian gabah kering panen minimal Rp6.500 per kilogram.
"Ya, yang pertama yang membuat kita berhasil, keberpihakan pemerintah kepada pertanian khususnya, yang mana memberikan kepastian kebijakan memberikan harga pembelian gabah petani 6.500 tersebut," ujar Rizal dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Rizal mengatakan kebijakan tersebut memberikan kepastian harga bagi hasil panen petani. Ia menyebut Bulog membeli gabah petani dengan harga paling rendah Rp6.500 per kilogram.
"Sehingga tidak ada lagi harga-harga di pasaran, di seluruh sawah seluruh Indonesia ini, yang harganya dijual di bawah 6.500. Jadi semuanya minimal 6.500, dan itu dibeli oleh BULOG," kata Rizal.
KDKMP Didorong Jaga Keberlanjutan Ekonomi Pangan
Rizal menilai keberlanjutan kebijakan tersebut dapat diperkuat melalui keberadaan KDKMP. Berbagai produk Bulog, pupuk, serta produk pemerintah yang berkaitan dengan program subsidi akan ditempatkan melalui koperasi tersebut.
"Untuk keberlanjutannya, dengan kebijakan tersebut otomatis ekonomi akan hidup, mulai dari desa, apalagi sekarang mau ada namanya dibangun Koperasi Desa Merah Putih. Jadi produk-produknya BULOG itu nanti banyak yang ada di Kopdes," tegas Rizal.
Menurut Rizal, penempatan produk di KDKMP dapat memberikan tambahan nilai melalui aktivitas penjualan di tingkat ritel. Perputaran transaksi di desa juga diharapkan semakin meningkat sehingga memberikan pengaruh terhadap arah pertumbuhan ekonomi.
"Otomatis ekonomi makin akan berputar lebih baik lagi. Jadi harapannya dari kami, ini tetap berjalan dengan baik sehingga nanti kehidupan tumbuh, ekonomi itu bukan dari kota ke desa, tapi dari desa ke kota," ujar Rizal.

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Selain menjadi bagian dari distribusi produk pangan dan kebutuhan terkait subsidi, KDKMP juga akan memiliki peran dalam mekanisme penyerapan hasil panen petani.
Rizal menjelaskan pola penyerapan ke depan akan melibatkan KDKMP. Bulog tidak lagi mengambil hasil panen secara langsung dari petani, tetapi melakukan penyerapan melalui koperasi desa tersebut.
"Nah nanti dengan adanya KDKMP, dibantu teman-teman KDKMP menyerap hasil panennya petani, nanti kami nyerapnya di KDKMP," jelas Rizal.
Rizal berharap pembentukan ekosistem tersebut dapat memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Aktivitas ekonomi yang terus bergerak di desa dinilai dapat menjadi bagian dari penguatan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
"Jadi itu ekonomi akan hidup, berputar terus sehingga akan menumbuhkan perekonomian nasional," tutup Rizal.