Kualitas Udara Membaik, CFD Pontianak Dibuka Lagi

Car Free Day Pontianak kembali dibuka di Jalan A Yani, pada Minggu (4/10/2026) pagi, dan warga pun kembali menikmati kawasan itu dengan berolahraga dan berbelanja makanan serta pernak pernik menarik. (ANTARA/Dedi)

Kualitas Udara Membaik, CFD Pontianak Dibuka Lagi

Lukman Diah Sari • 4 October 2026 13:06

Pontianak: Kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kembali dibuka pada Minggu, 4 Oktober 2026. Ribuan warga terlihat antusias memadati kawasan tersebut setelah sebelumnya sempat ditutup akibat kabut asap.

"Menikmati Minggu pagi di CFD sudah jadi kebiasaan keluarga kami. Beberapa waktu lalu terpaksa disetop sementara karena asap. Hari ini alhamdulillah bisa turun lagi, bawa keluarga sekalian sarapan," ujar Ridwan, 35, salah satu warga Kota Pontianak, Minggu, 4 Oktober 2026, melansir Antara.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut pembukaan kembali kawasan ini disambut antusias masyarakat yang telah lama menantikan aktivitas olahraga dan rekreasi keluarga di ruang publik.

"Hari ini sudah mulai dibuka kembali. Kita lihat masyarakat sangat antusias," kata Edi.

Edi mengatakan, CFD tidak hanya menjadi ruang berolahraga, tetapi juga tempat berkumpul keluarga sekaligus ruang tumbuh bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner.

"Kawasan CFD ini menjadi sarana olahraga, keluarga, dan juga kuliner UMKM. Sekarang semuanya mulai aktif lagi," imbuhnya.

Ilustrasi. Kondisi kabut asap kian pekat di Kota Pontianak, Sabtu, 19 September 2026. (ANTARA/Dedi)

Menurutnya, pembukaan kembali kawasan CFD dilakukan seiring membaiknya kualitas udara di Kota Pontianak. Pemerintah kota akan tetap memantau perkembangan kondisi lingkungan sebagai dasar pelaksanaan CFD pada pekan-pekan berikutnya.

"Tentunya kita berharap kondisi udara terus membaik, sehingga setiap minggu kawasan CFD bisa terus ramai dikunjungi masyarakat," ujar Edi.

Meski demikian, evaluasi akan tetap dilakukan dengan merujuk pada perkembangan kualitas udara. Faktor kesehatan masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan kegiatan di luar ruangan.

"Kita tetap melihat perkembangan kualitas udara, itu menjadi salah satu faktor penting," jelasnya.

Ia berharap dibukanya kembali CFD dapat menghidupkan aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM yang sempat terdampak akibat penutupan kawasan tersebut.

"Semoga kualitas udara kita terus membaik sehingga kegiatan ekonomi, olahraga, dan lainnya bisa berjalan normal," ujar dia.

(Lukman Diah Sari)