Komdigi Evaluasi Kenaikan Harga Paket Rollover

Sekretaris Ditjen Infrastruktur Digital Komdigi, Evan Fathurokhman Adiwidjaja. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.

Komdigi Evaluasi Kenaikan Harga Paket Rollover

Metro TV • 3 October 2026 15:05

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan mengevaluasi kenaikan tarif apabila operator seluler fitur yang memungkinkan penggunaan sisa kuota utama setelah masa aktif habis (rollover). Evaluasi dilakukan untuk melihat kesesuaian tarif dengan formulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Sekretaris Ditjen Infrastruktur Digital Komdigi, Evan Fathurokhman Adiwidjaja mengatakan perlindungan substantif terhadap sisa kuota berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). MK memutuskan tidak boleh dibebankan kepada pelanggan dalam bentuk biaya tertentu.

"Terkait menaikkan harga, jadi jelas di dalam eksplisit di dalam putusan MK bahwa dalam hal melakukan pelindungan substantif terkait kuota itu tidak boleh dikenakan biaya apa pun dengan alasan dan persyaratan apa pun," ujar Evan dalam Konferensi Pers di Gedung Komdigi, Sabtu, 3 Oktober 2026.
 


Meski demikian, Evan mengatakan Komdigi tetap akan melihat apabila terdapat perubahan harga paket yang dilakukan operator. Pemerintah akan menilai penerapan tarif tersebut berdasarkan formulasi tarif yang telah ditetapkan.

"Akan tetapi jika harga itu menaik dan saat ini ada maka kami akan melakukan evaluasi dari sisi bagaimana operator itu melakukan penerapan terhadap formulasi tarif yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," ungkap Evan.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat penerapan tarif operator setelah adanya mekanisme perlindungan terhadap sisa kuota pelanggan. Berdasarkan laporan pertama yang diterima Komdigi per 28 September 2026, terdapat perbedaan penerapan mekanisme perlindungan sisa kuota pada sejumlah operator.

XL Smart

  • Total paket dilaporkan: 101 paket
  • Sudah rollover: 92 paket
  • Belum rollover: 9 paket
Dari 92 paket yang sudah rollover, XL memiliki 38 paket dan AXIS 38 paket. Selain itu, terdapat 16 paket rollover lainnya, termasuk paket baru yang ditambahkan setelah putusan MK.

Sementara sembilan paket lainnya belum menerapkan rollover dan masih menggunakan mekanisme penguatan informasi serta notifikasi.

Indosat

  • Total paket dilaporkan: 94 paket
  • Sudah rollover: 23 paket
  • Belum rollover: 71 paket
Untuk paket yang belum rollover, operator masih menggunakan bentuk perlindungan lain, termasuk tambahan notifikasi pada H-7 dan H-2 sebelum masa berlaku paket berakhir.

Telkomsel

  • Total paket dilaporkan: 95 paket
  • Sudah rollover: 19 paket
  • Belum rollover: 76 paket
Sebagian besar paket yang belum rollover masih menggunakan notifikasi intensif terkait masa berlaku paket dan sisa kuota pelanggan.

(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)

(Anggi Tondi)