Naik 1%, Bitcoin Kembali ke USD82 Ribu

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Naik 1%, Bitcoin Kembali ke USD82 Ribu

Eko Nordiansyah • 20 October 2026 10:03

New York: Bitcoin naik pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah mengalami penurunan selama dua minggu berturut-turut, seiring dengan pulihnya sentimen risiko di Wall Street. Kenaikan ini tertahan oleh aksi jual obligasi AS dan harga minyak yang mulai memangkas penurunannya.

Dikutip dari Investing, Selasa, 20 Oktober 2026, aset kripto terbesar di dunia ini naik satu persen menjadi USD82.003,7, setelah sempat turun sekitar dua persen dalam dua minggu terakhir.

Minat terhadap aset berisiko meningkat, obligasi melemah

Saham AS mencatatkan kinerja mingguan terburuk sejak akhir Juni pada hari Jumat lalu, terutama akibat penurunan pada sektor kecerdasan buatan (AI). Aksi jual ini juga merembet ke aset-aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

Sektor AI berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran terkait persaingan dari perusahaan Tiongkok serta pendanaan masif yang didorong oleh utang. Saham sektor cip menjadi salah satu yang paling terpukul; indeks Philadelphia Semiconductor mencatat penurunan selama delapan sesi berturut-turut hingga hari Jumat, rentetan penurunan terpanjang sejak Oktober 2008.

Wall Street kembali bangkit pada hari Senin, dengan indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik lebih dari satu persen.

Namun, berlanjutnya gejolak di pasar obligasi AS membuat para investor kripto tetap waspada. Aksi jual ini merembet dari pasar Eropa, di tengah situasi yang memanas dengan cepat di Prancis. Ekonomi terbesar kedua di zona euro tersebut diguncang oleh aksi protes keras sepanjang akhir pekan, yang dipicu oleh melonjaknya biaya hidup dan kurangnya pendanaan untuk layanan publik, di saat negara itu sendiri tengah menghadapi krisis fiskal.
 
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Ribuan orang terlibat bentrokan dengan polisi di berbagai kota di Prancis dan melakukan penjarahan di sejumlah toko, yang memicu salah satu kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Di AS, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah (Treasury) tenor 10 tahun naik 4,3 basis poin menjadi 5,143 persen, sementara imbal hasil tenor 2 tahun, yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga, naik 4,2 basis poin menjadi 4,778 persen.

Kenaikan harga Bitcoin pada Senin turut tertahan seiring dengan berkurangnya penurunan harga minyak. Minyak mentah berjangka Brent, yang menjadi acuan global, turun 0,1 persen dan ditutup pada harga USD109,16 per barel.

Strategy dan Strive membeli Bitcoin

Di sisi lain, menurut dokumen regulasi, perusahaan pemegang Bitcoin terbesar, Strategy, telah membeli 267 Bitcoin dalam periode 12 Oktober hingga 18 Oktober. Aset kripto tersebut dibeli dengan harga rata-rata USD82.900 per Bitcoin.

Hingga 18 Oktober, Strategy kini memegang total 848.517 Bitcoin, yang diperoleh dengan total biaya USD64,02 miliar dan harga pembelian rata-rata USD75.446 per Bitcoin.

Selain itu, menurut dokumen regulasi, Strive, perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar keempat, menambah kepemilikannya sebanyak 1.223 BTC antara tanggal 14 Oktober dan 16 Oktober, sehingga total cadangan Bitcoin yang dimilikinya mencapai 36.818 BTC.

Harga altcoin naik mengikuti Bitcoin

Harga aset kripto secara umum mengalami kenaikan pada Senin, namun tetap berada dalam rentang perdagangan yang telah terbentuk selama sebulan terakhir.

Ether, aset kripto terbesar kedua di dunia, naik 1,3 persen menjadi USD2.401,87, sementara XRP menguat 2,1 persen. Cardano mencatatkan kenaikan 0,6 persen, sedangkan BNB dan Solana masing-masing naik 2,3 persen dan 2,5 persen.

Di kategori memecoin, $TRUMP dan Dogecoin masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1,3 persen dan 2,3 persen.

(Eko Nordiansyah)