KMP Batu Mandi Terbakar, JRP Gercep Siagakan Tim Klaim

Peninjauan terhadap korban terdampak terbakarnya KMP Batu Mandi di Cilegon. (Istimewa)

KMP Batu Mandi Terbakar, JRP Gercep Siagakan Tim Klaim

Lukman Diah Sari • 21 October 2026 11:54

Cilegon: Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi terbakar di perairan Pulau Merak Besar, pada Selasa sore, 20 Oktober 2026. Menindaklanjuti insiden tersebut, PT Jasa Raharja (Persero) bersama anak perusahaannya, PT Jasaraharja Putera (JRP), bergerak cepat ke Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten untuk mengawal proses evakuasi sekaligus memastikan pendataan jaminan asuransi penumpang berjalan optimal.

Peninjauan di Pelabuhan Merak ini turut dihadiri oleh Menteri Perhubungan, Gubernur Banten, jajaran Direksi PT Jasa Raharja (Persero), jajaran Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta jajaran Direksi PT Jasaraharja Putera guna berkoordinasi erat antar-pemangku kepentingan (stakeholders).

Selain memantau situasi dan operasional di pelabuhan, rombongan juga melakukan kunjungan ke IHC RS Krakatau Medika, Cilegon. Kunjungan tersebut bertujuan menjenguk para korban luka yang tengah dirawat, memberikan dukungan moril, sekaligus memastikan kepastian jaminan perlindungan asuransi penumpang.


Peninjauan terhadap korban terdampak terbakarnya KMP Batu Mandi di Cilegon. (Istimewa)

Direktur Pemasaran PT Jasaraharja Putera, Imam Hendrawan, memastikan tim teknis klaim telah disiagakan di lokasi. Pendataan administrasi dilakukan sejak dini agar perlindungan penumpang terverifikasi secara tepat.

"Tim Claim Services kami langsung menerjunkan personel untuk mengumpulkan manifes penumpang, merekapitulasi data hasil evakuasi, serta berkoordinasi aktif dengan petugas di lapangan maupun pihak rumah sakit. Pendataan komprehensif sejak dini ini sangat krusial agar seluruh proses administrasi perlindungan asuransi bagi para penumpang KMP Batumandi terverifikasi dengan tepat dan siap ditindaklanjuti sesuai ketentuan polis yang berlaku," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menyampaikan prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang. Selain itu, pihaknya pun menyatakan keprihatinan mendalam.

"Fokus utama kami saat ini adalah mengutamakan keselamatan dan kelancaran proses evakuasi seluruh penumpang. Untuk itu, kami berkoordinasi sangat erat dengan PT Jasa Raharja (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Basarnas, Kepolisian, dan Otoritas Pelabuhan demi memastikan penanganan di lapangan berjalan sigap, tepat, dan terpadu. Kehadiran kami di Pelabuhan Merak serta RS Krakatau Medika adalah bentuk komitmen untuk mengawal langsung setiap proses penanganan dan memastikan para korban mendapat perhatian serta perlindungan terbaik," ujar Abdul.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan keselamatan penumpang serta awak kapal menjadi prioritas utama perusahaan. Ia menyatakan ASDP siap mendukung penuh proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.

"Hingga saat ini proses penanganan masih berlangsung oleh petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, dan kepolisian. ASDP mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi," ujarnya.

(Lukman Diah Sari)