Dorong Pemanfaatan Herbal Lokal, Kemenkes Hadirkan Stan Jamu Gratis di CFD Rasuna Said

Stan jamu gratis oleh Kemenkes di CFD Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Metrotvnews.com/Afifah Alfina

Dorong Pemanfaatan Herbal Lokal, Kemenkes Hadirkan Stan Jamu Gratis di CFD Rasuna Said

Achmad Zulfikar Fazli • 18 October 2026 13:49

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mendorong pemanfaatan bahan herbal lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan stan jamu tradisional gratis untuk warga saat berolahraga di Car Free Day (CFD) Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Pemilik usaha jamu tradisional, Suryati, mengungkapkan produk olahannya rutin dihadirkan dalam berbagai kegiatan resmi Kemenkes. Sebab, produknya diproses secara higienis dan murni tanpa menggunakan bahan kimia obat.

“Kita pakai bahan-bahan alami semua, kita pakai bahan fresh,” kata Suryati kepada Metrotvnews.com, Minggu, 18 Oktober 2026.

Pengunjung CFD Rasuna Said dapat menikmati beragam racikan jamu tradisional dengan khasiat berbeda untuk kesehatan. Varian favorit, seperti kunyit asam disajikan untuk membantu melancarkan haid, meredakan jerawat, hingga melunturkan lemak tubuh.
 


Suryati juga menyiapkan beras kencur yang bermanfaat meredakan batuk, capek, dan masuk angin, serta jamu secang yang ampuh mengatasi pegal-pegal sekaligus melancarkan peredaran darah. Varian ini banyak diminati pengunjung CFD Rasuna Said.

Tak kalah diminati, varian inovatif sanapis (sawi, nanas, dan jeruk nipis) disuguhkan untuk menjaga imunitas sekaligus membantu menurunkan kadar kolesterol.

Suryati juga membagikan tips sederhana kepada masyarakat agar tidak terkecoh dalam memilih jamu berkhasiat. Menurut dia, konsumen perlu lebih jeli membedakan antara olahan bahan alami segar dan bubuk olahan pabrik melalui tampilan fisik minuman.

“Biasanya kalau pakai bubukan itu atasnya warna agak bening. Iya, tapi kalau kunyit yang asli, kunyit itu warnanya rata. Terus kalau enggak, kita lihat penjual penjual jamu keliling nih, tangannya kuning enggak. Kalau tangannya kuning berarti dia meres kan,” terang Suryati.

Ilustrasi jamu. Metrotvnews.com/Afifah

Menariknya, kepopuleran minuman herbal kini tidak lagi hanya menyasar kalangan orang tua. Suryati menyebutkan antusiasme generasi muda atau Gen Z terhadap olahan herbal terus meningkat.

Untuk merangkul pasar generasi muda, dia menghadirkan berbagai inovasi racikan baru yang lebih segar serta ramah di lidah pemula.

“Oh, Gen Z sekarang sudah banyak ya. Makanya kita inovasinya itu membuat membuat sanapis, sawi, nanas, jeruk nipis, dan serai, lemon, kayu manis. Jadi bagi yang pertama kali buat mencoba, enggak langsung kunyit dulu deh. Kasih itu dulu,” jelas Suryati. 

Selain pembagian jamu gratis, kegiatan CFD di depan Gedung Kemenkes kerap dimeriahkan dengan berbagai agenda edukasi interaktif, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga kelas kebugaran bersama. 

Masyarakat yang ingin mengetahui jadwal acara mingguan serta beragam keseruan event Kemenkes di area CFD Rasuna Said, dapat memantau pembaruan informasinya secara berkala melalui akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan RI.

(Afifah Alfina)

(Achmad Zulfikar Fazli)