Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.
Akses 1,8 Km Tembus Kebakaran TN Tanjung Puting Dibuka
Fachri Audhia Hafiez • 16 October 2026 19:25
Jakarta: Tim gabungan kini berhasil membuka akses jalan sepanjang 1,8 kilometer di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Langkah ini untuk percepatan penanganan api dan penyiapan pasokan air di lapangan.
“Akses jalan sudah berhasil kita tembus sekitar 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat, dan kita juga menentukan titik-titik sumber air, penempatan flexible tank atau portable tank, serta sumur bor,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di lokasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Taman Nasional Tanjung Puting, Jumat, 16 Oktober 2026.
Raja Juli didampingi Sekda Kotawaringin Barat Rody Iskandar, Kalaksa BPBD Kotawaringin Barat Samuel, Kapolres Kotawaringin Barat Joko Handono, Kepala BMKG Iskandar Nur Setiawan, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, serta Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf. Makin.
Dalam operasi pemadaman tersebut, tim dibagi ke dalam tiga kelompok kerja, yakni tim pembuka jalan, tim pembuatan sumur bor, serta tim pemadaman. Pembagian tugas ini ditujukan untuk mempercepat mobilisasi personel, peralatan pendukung, hingga suplai air ke titik lokasi kebakaran.
Tim pembuka jalan menembus jalan setapak sejauh 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat. Raja Juli bersama jajaran menentukan langsung titik penempatan flexible tank/portable tank, jalur suplai air, serta titik sumur bor dan pembuatan embung guna menampung air yang dialirkan ke titik api.
Titik sumber air dirancang di berbagai lokasi strategis yang seluruhnya bermuara mengarah ke Shelter Pesalat. Menhut bersama tim juga menyusuri jalan setapak yang baru dibuka dari Tanjung Harapan menuju lokasi embung penampungan air.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.
Hingga malam hari, Menhut bersama unsur TNI, Polri, BPBD, BMKG, dan masyarakat terus bergotong royong menginstalasi mesin pompa air. Ia menginstruksikan agar seluruh peralatan terpasang malam itu juga agar operasi pemadaman dapat langsung berjalan optimal sejak pagi.
“Dibagi dua tim yang memasang. Kita pasang malam ini, biar besok bisa langsung dipakai, kita bermalam biar dipastikan terpasang,” kata Raja Juli.
Raja Juli menegaskan bahwa upaya penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting terus dilakukan secara maksimal dengan menggerakkan seluruh sumber daya. Kolaborasi lintas instansi bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar diyakini menjadi kunci utama dalam mengendalikan kobaran api serta melindungi ekosistem taman nasional.