Gunung Karangetang Erupsi, Kolom Abu Membumbung 800 Meter

Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) kembali erupsi dengan kolom abu letusan kurang lebih 800 meter. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang

Gunung Karangetang Erupsi, Kolom Abu Membumbung 800 Meter

Silvana Febiari • 5 November 2026 14:49

Manado: Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) kembali erupsi. Kolom abu letusan teramati mencapai ketinggian sekitar 800 meter.

"Telah terjadi erupsi Gunung Karangetang, pada pukul 13:14 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak kawah," kata Pengamat Gunung Api Pos PGA Karangetang, Nadhif Dhaifullah di Manado, dilansir Antara, Kamis, 5 November 2026.

Dia menyebutkan, kolom abu teramati berwarna putih, kelabu, hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya.


Lava pijar dari puncak Kawah Utara meluncur ke arah selatan sejauh 200–700 meter. Aliran kemudian berbelok ke arah barat dan barat daya sejauh sekitar 200–400 meter.

Luncuran lava yang mengalir ke arah barat daya dan barat lebih kurang 700-1.000 meter berpotensi ke arah Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang. Sedangkan, guguran lava yang mengalir arah barat laut teramati sejauh sekitar 500-700 meter berpotensi ke arah Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe.


Letusan kedua Gunung Karangetang, di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, pada Minggu (1/11) terjadi pukul 19:38 WITA dengan durasi lebih kurang 151 detik. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang

Saat ini, Gunung Karangetang berstatus Level II (Waspada). Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati atau beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Utara dan Kawah Utama, serta zona perluasan sektoral sejauh 2,5 kilometer ke arah selatan dan barat daya.

Masyarakat diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat tumpukan material lava yang belum stabil. Potensi guguran terutama mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.

Warga yang tinggal di bantaran sungai berhulu di Gunung Karangetang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang. Aliran material tersebut berisiko mencapai kawasan pantai.

(Silvana Febiari)