Kemenkes: Edukasi Nutri-Level Bantu Industri Tekan Biaya Produksi

Data penerapan nutri level oleh pelaku usaha. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Kemenkes: Edukasi Nutri-Level Bantu Industri Tekan Biaya Produksi

Fachri Audhia Hafiez • 22 October 2026 21:57

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap adanya respons positif dari para pelaku industri besar dalam menerapkan nutri-level atau transparansi kandungan gula, garam, dan lemak. Nutri-level dinilai dapat menekan biaya produksi.

“Kalau yang (perusahaan) besar-besar, saya tanya kan, ‘Kok senang sih kasih (nutri level)?’ Jawabnya lucu. Salah satu komponen paling mahal di minuman adalah gula. Gula tuh harganya mahal. Jadi kalau bisa, kemudian masyarakat terdidik sehingga memilihnya yang (tidak) manis, itu secara cost jauh lebih murah,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2026.
 


Budi memberikan ilustrasi perbandingan biaya produksi minuman yang bergantung pada tingginya porsi gula. Pengalihan preferensi konsumen ke opsi minuman rendah gula melalui edukasi nutri-level dinilai dapat membantu industri menekan ongkos bahan baku secara signifikan.

“Ya, americano sama matcha latte itu, lebih mahal matcha latte biaya produksinya, karena gulanya mahal,” ujar Budi.


Label Nutri-Level Kemenkes. Foto: Dok. Antara.

Kemenkes mencatat sudah ada tujuh perusahaan minuman berskala besar yang resmi memvalidasi serta mencantumkan label informasi gizi pada menu mereka. “Tujuh brand besar sudah mau ya menu minumannya berlabel nutri level dan tervalidasi,” ungkap Budi.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)