Dosen di Makassar Diduga Tipu Warga Rp550 Juta untuk Masuk Kedokteran Unhas

Dosen perempuan berinisial LS, saat ditangkap URC Polda Sulawesi Selatan, di Kota Makassar. Istimewa.

Dosen di Makassar Diduga Tipu Warga Rp550 Juta untuk Masuk Kedokteran Unhas

Muhammad Syawaluddin • 13 October 2026 16:04

Makassar: Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan menangkap seorang dosen berinisial LS (54) di Makassar. Dosen tersebut diduga menipu korban sebesar Rp550 juta dengan menjanjikan kelulusan masuk Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Wawan Suryadinata, mengatakan kasus tersebut bermula saat korban berinisial HA, warga Tarakan, Kalimantan Utara, meminta bantuan LS untuk memasukkan anaknya ke Fakultas Kedokteran Unhas.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, LS membenarkan telah menerima sejumlah uang dari korban dengan total sekitar Rp550 juta," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Oktober 2026.


Namun, anak korban tidak lolos ujian masuk Fakultas Kedokteran Unhas. Pelaku kemudian kembali menjanjikan korban dengan menawarkan pendaftaran anaknya ke Universitas Trisakti.

"Namun Universitas Trisakti tidak mengikutkan anak pelapor ujian di karenakan anak pelapor belum membayar," ungkapnya. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, LS mengakui telah menerima uang dari korban yang dikirim secara bertahap dengan nominal bervariasi. Jumlahnya mulai dari Rp20 juta dalam beberapa kali transfer hingga Rp230 juta.

Korban merasa dirugikan karena LS tidak memenuhi janjinya, meski telah menerima uang sebesar Rp550 juta. Korban melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.


Kampus Universitas Hasanuddin Makassar. Istimewa


Menindaklanjuti laporan tersebut, tim URC Polda Sulawesi Selatan bersama Polres Tarakan melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya di Jalan Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

"Terduga pelaku kami amankan setelah dilakukan penyelidikan," ujarnya. 

Saat ini, pelaku yang merupakan dosen di salah satu kampus di Sulawesi Selatan tersebut sudah diserahkan ke Porles Tarakan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

(Silvana Febiari)