Aliansi Jurnalis Malaysia-Indonesia Sebut Berbagi Data Titik Api Berpeluang Atasi Kabut Asap

Upaya pemadaman karhutla di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Foto: ANTARA

Aliansi Jurnalis Malaysia-Indonesia Sebut Berbagi Data Titik Api Berpeluang Atasi Kabut Asap

Fajar Nugraha • 12 October 2026 20:52

Kuala Lumpur: Aliansi Jurnalis Malaysia-Indonesia atau Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia–Indonesia (ISWAMI Malaysia) mengutarakan isu kabut asap lintas batas perlu solusi komprehensif.

Kabut asap yang memenuhi Malaysia saat ini memengaruhi kualitas udara di Negeri Jiran akibat kebakaran hutan di beberapa wilayah Indonesia.

Baca Juga :

Pejabat Presiden Iswami Malaysia Datuk Ahmad Zaini Kamaruzzaman menyebutkan kabut asap bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga melibatkan kesehatan masyarakat, kesejahteraan rakyat, dan tanggung jawab bersama negara-negara di kawasan.

Menurut Datuk Ahmad Zaini, ISWAMI Malaysia menguraikan lima prioritas dalam menghadapi kabut asap:

Pertama, melindungi kesehatan masyarakat melalui pemantauan kualitas udara, penyediaan informasi dan saran kesehatan yang akurat, dan langkah-langkah perlindungan, terutama bagi mereka yang berisiko. Masyarakat juga disarankan untuk merujuk pada pembacaan Indeks Polusi Udara (API) dan saran dari pihak berwenang.

Kedua, memperkuat pencegahan dan penegakan hukum di Indonesia dengan mengintensifkan pemadaman kebakaran, mencegah pembakaran terbuka, dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelanggar.

“Ketiga, kedua negara meningkatkan kerja sama Malaysia-Indonesia melalui berbagi data titik api, memantau pergerakan asap, bertukar informasi, bantuan teknis, dan operasi pemadaman kebakaran bila diperlukan,” ujar Datuk Ahmad Zaini dalam keterangan tertulis ISWAMI, Senin 12 Oktober 2026.

“Keempat, perlunya memperkuat komitmen ASEAN dalam pencegahan, kesiapan, dan tanggap darurat untuk mewujudkan kawasan bebas kabut asap,” imbuh Datuk Ahmad Zaini.

Terakhir, Datuk Ahmad Zaini mendorong pelaporan media yang akurat, seimbang, dan bertanggung jawab. Media menurutnya, harus memprioritaskan fakta, pandangan ahli, dan suara masyarakat yang terdampak, serta menghindari narasi yang menyalahkan seluruh rakyat suatu negara.

Selain itu ISWAMI Malaysia menekankan bahwa hubungan erat Malaysia-Indonesia harus menjadi dasar untuk membahas masalah ini secara terbuka dan matang, tanpa mengabaikan kepentingan rakyat.

Kedua negara berhak menikmati udara bersih dan lingkungan yang aman. ISWAMI Malaysia meyakini bahwa kerja sama yang tulus, akuntabilitas yang jelas, dan tindakan yang efektif dapat memastikan bahwa ancaman kabut asap tidak terus berulang hingga berdampak pada kehidupan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

(Fajar Nugraha)