BMKG Prediksi Musim Hujan Papua Barat Mulai Akhir Oktober 2026

Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com.

BMKG Prediksi Musim Hujan Papua Barat Mulai Akhir Oktober 2026

Silvana Febiari • 14 October 2026 15:24

Manokwari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di Provinsi Papua Barat terjadi secara konsisten pada akhir Oktober 2026 atau dasarian ketiga.  

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas III BMKG Papua Barat Sony Hartono mengatakan, hujan dalam beberapa hari belakangan dipengaruhi kondisi atmosfer yang belum stabil.  

“Musim hujan belum masuk ke wilayah Papua Barat. Kalau yang terjadi dalam beberapa hari ini dipengaruhi kondisi tertentu, sehingga cuaca menjadi labil,” ujar Sony, dilansir dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.   


Dia menyebut hujan yang konsisten berdampak signifikan terhadap pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengurangan kabut asap di sejumlah wilayah, termasuk Manokwari. 

Kabut asap karhutla yang menyelimuti Manokwari berasal dari Fakfak, Teluk Bintuni, dan Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Sebaran asap tersebut dipengaruhi arah angin yang bergerak dari timur ke barat.

“Manokwari terdampak karhutla di Fakfak dan Teluk Bintuni (Papua Barat), serta Merauke. Sekarang arah angin berbelok ke arah Timika, Papua Tengah dan Sorong, Papua Barat Daya, hingga ke Maluku,” ujarnya.  


Kepala Stasiun Klimatologi Papua Barat Sony Hartono memberikan keterangan pers usai rapat operasi modifikasi cuaca di Bandara Rendani Manokwari, Rabu, 14 Oktober 2026. ANTARA/Fransiskus Salu Weking

Berdasarkan prakiraan, potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di Teluk Bintuni dan Teluk Wondama pada 15-16 Oktober 2026. Sedangkan pada 17 Oktober 2026 potensi hujan hanya terjadi di Teluk Bintuni.  

Tinggi gelombang di perairan Samudra Pasifik dan utara Manokwari diprediksi mencapai 1,25–2,5 meter, sehingga berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Kondisi ini disertai angin dengan kecepatan 15–16 knot.

“Secara umum, kondisi cuaca berawan dengan udara kabur akibat asap karhutla,” ucapnya.

(Silvana Febiari)