Sejumlah uang lama yang dikumpulkan warga di Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Cerita Warga Jogja Simpan Uang Lawas: Bukan Kolektor, Hanya Penyuka
Ahmad Mustaqim • 29 October 2026 20:08
Yogyakarta: Sederet uang rupiah produksi lama tampak berjajar di atas karpet di sebuah rumah di Yogyakarta. Uang-uang tersebut didominasi oleh produksi Bank Indonesia (BI) era 1990-an, dengan yang tertua merupakan emisi tahun 1971.
Uang-uang lama tersebut dikumpulkan oleh seorang warga Yogyakarta bernama Supri. Namun, ia enggan disebut sebagai kolektor uang kuno, melainkan hanya sebagai penyuka yang mengumpulkan uang secara alami dari sisa aktivitas ekonomi sehari-hari.
"Saya merasa bukan kolektor, hanya mengumpulkan uang-uang yang akhirnya sebagian besar sudah ditarik Bank Indonesia atau BI," kata Supri pada Kamis, 29 Oktober 2026.
"Jadi ini belum kolektor ya, tapi sebatas penyuka uang-uang produksi lama," ucapnya.
Ragam Pecahan Koin Lawas
Beberapa uang koin lawas yang dimiliki Supri di antaranya:-
Koin Rp50: Bergambar burung merak tahun emisi 1971. Ada pula gambar burung garuda dan komodo emisi tahun 1991, 1992 (1 koin), 1993 (2 koin), 1994 (1 koin), 1996 (1 koin), dan 1998 (2 koin).
-
Koin Rp25: Bergambar angka dan burung tahun emisi 1973, serta koin Rp25 tahun produksi 1994.
-
Koin Rp100: Bergambar rumah gadang dan gunungan wayang tahun emisi 1978.
-
Koin Rp500: Bergambar bunga melati dan Garuda tahun emisi 1991 (1 koin) dan 1993 (3 koin). Selain itu, ada pula yang bergambar angka, bunga melati, dan Garuda tahun emisi 1997 (15 koin), tahun 2000 (28 koin), tahun 2001 (19 koin), tahun 2002 (21 koin), dan tahun 2003 (31 koin).
-
Koin Rp1.000: Bergambar garuda dan kelapa sawit tahun 1993 (1 koin), 1994 (2 koin), 1995 (8 koin), 1996 (17 koin), 1997 (3 koin), dan 2000 (11 koin).
"Uang koin belum sempat cek rinciannya satu botol air mineral ukuran 500 mililiter," ujarnya.

Sejumlah uang lama yang dikumpulkan warga di Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Selain uang koin, Supri juga mengumpulkan uang kertas pecahan Rp1.000 bergambar pahlawan nasional Kapitan Pattimura sebanyak 143 lembar, atau dengan nilai total Rp143.000. Uang kertas tersebut memang diketahui masih berstatus berlaku dan belum ditarik dari peredaran resmi oleh BI.
"Uang kertas lama banyak juga yang hilang atau lupa dulu menyimpang di mana," katanya.
Ia menyadari bahwa jumlah uang yang dikumpulkannya masih tergolong sangat terbatas, tetapi ia tetap senang merawat uang-uang bersejarah tersebut.