Uang di awal masa kemerdekaan yang ada di Museum Bank Indonesia. Foto: Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah
Melihat Perjalanan Uang Rupiah dari Masa ke Masa di Museum Bank Indonesia
Eko Nordiansyah • 29 October 2026 13:10
Jakarta: Uang rupiah yang kita pegang hari ini ternyata telah melalui cerita panjang sejak puluhan tahun lalu. Perjalanan rupiah sejak era kerajaan, kolonial, hingga era sekarang menjadi hal yang menarik diketahui khususnya bagi generasi muda.
Museum Bank Indonesia di kawasan Kota Tua menjadi jawaban untuk mengetahui bagaimana uang bertransformasi menjadi seperti yang kita kenal sekarang. Selain itu, museum ini juga menyajikan perjalanan Bank Indonesia (BI) dari waktu ke waktu.
Ruang emas moneter
Ruang emas moneter menampilkan replika cadangan emas yang dimiliki bank sentral. Tumpukan emas yang terdiri dari emas batangan seberat 13,5 kilogram (kg) ini menjadi simbol ketahanan cadangan devisa yang dimiliki sebuah negara.Di sini pengunjung juga bisa mencoba mengangkat emas batangan yang ada. Namun jangan mencoba untuk mencurinya lho, karena khazanah penyimpanan emas moneter di BI ini merupakan ruangan dengan ketebalan dinding 65 cm dan tingkat pengamanan yang ketat dan berlapis.

(Replika cadangan emas yang dimilili Bank Indoesia. Foto: Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah)
Ruang Numismatik
Selanjutya, ada ruang numismatik yang berisi koleksi mulai uang kerajaan di Nusantara, uang kolonial, uang awal Kemerdekaan Republik Indonesia, uang pemerintahan dan Bank Indonesia, uang token, dan uang khusus.Berbagai jenis uang bisa dilihat pengunjung mulai dari yang berbahan logam, perak, hingga emas dan kertas. Tak hanya itu, ada juga uang yang hanya beredar di perkebunan (token) terbuat dari kayu, serta uang yang pernah diterbitkan oleh pemerintah daerah.
Pengunjung juga bisa melihat Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang merupakan uang pertama yang dikeluarkan pemerintah usai Indonesia merdeka. ORI resmi diedarkan pada Oktober 1946 secara bergerilya dan menjadi simbol kedaulatan hingga kini 30 Oktober ditetapkan sebagai Hari Oeang.
Bukan hanya uang yang digunakan untuk transaksi, Museum BI juga menampilkan koleksi uang terbatas untuk peringatan tertentu. Kemudian ada Uang Bersambung (Uncut Banknotes), yaitu uang kertas asli yang sengaja tidak dipotong dari mesin cetak sehingga berbentuk 2 atau 4 lembaran utuh, seperti pecahan bersambung Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000.
Disamping koleksi uang, Museum BI juga menampilkan perjalanan sejarah lahirnya Bank Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai De Javasche Bank. Di sini pengunjung juga bisa mengetahui perjalanan ekonomi dan moneter Indonesia dari masa ke masa.

(Uang koleksi yang ada di Museum Bank Indonesia. Foto: Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah)
Jadwal operasional dan harga tiket
Berikut jadwal operasional dan harga tiket untuk bisa menjelajahi Museum BI:- Buka: Selasa-Minggu, (Senin, libur nasional, dan cuti Bersama tutup).
- Jam operasional: 08.00-15.30 WIB.
- Reguler: Rp5.000.
- Pelajar/mahasiswa: Gratis (dengan menunjukan kartu pelajar/mahasiswa).
- Anak di bawah 12 tahun: Gratis.
- Lansia di atas 60 tahun: Gratis.
- Pemegang KIP, KIPJ, dan KJP: Gratis.
- Pengunjung disabilitas: Gratis.
- Rombongan terdaftar: Gratis.