Edukator Museum Perbendaharaan, memperlihatkan Kitab Aturan Keuangan Negara dari Tahun 1925 yang tersimpan rapih di dalam lemari kaca. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Gratis, Yuk Belajar Tata Kelola Keuangan Negara di Museum Perbendaharaan Bandung
Roni Kurniawan • 27 October 2026 18:32
Bandung: Masyarakat dapat mempelajari sejarah perbendaharaan negara dan tata kelola keuangan pemerintah di Museum Perbendaharaan, Kota Bandung, Jawa Barat, tanpa dikenakan biaya masuk. Fasilitas ini menjadi salah satu sarana edukasi publik untuk mengenal pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Edukator Museum Perbendaharaan, Arifiyana, mengatakan layanan gratis tersebut menjadi bagian dari komitmen pengelola dalam menyediakan akses museum bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Melalui kebijakan ini, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai perbendaharaan negara tanpa terbebani biaya tiket.
"Salah satu nilai utama museum ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan museum yang inklusif dan tidak dipungut biaya masuk," ujar Arif kepada Metrotvnews.com di Museum Perbendaharaan, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 27 Oktober 2026.
Arif menjelaskan, Museum Perbendaharaan tidak hanya menyajikan koleksi bersejarah, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pengunjung mengenai sistem pengelolaan keuangan negara. Kunjungan langsung ke museum diharapkan membantu masyarakat mengenali proses pelaksanaan anggaran yang menjadi bagian dari penyelenggaraan pemerintahan.
"Dengan demikian, masyarakat bisa datang dan mendapatkan informasi mengenai pengelolaan keuangan negara tanpa harus mengeluarkan biaya untuk tiket masuk alias gratis masuk kesini," kata Arif.
Masyarakat yang ingin berkunjung dapat datang langsung pada hari kerja, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Pengunjung perorangan tidak perlu melakukan reservasi sebelum kedatangan.
"Untuk masyarakat umum, kami terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung. Masyarakat bisa langsung datang tanpa perlu melakukan reservasi terlebih dahulu," jelas Arif.
Namun, pengunjung yang memerlukan pendampingan edukator atau berencana mengadakan kegiatan khusus dianjurkan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pengelola. Koordinasi diperlukan agar pelayanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, khususnya untuk kunjungan dalam kelompok besar.
"Apabila pengunjung membutuhkan pendampingan khusus dari edukator atau ingin menyelenggarakan kegiatan tertentu di museum, kunjungan bisa dikoordinasikan terlebih dahulu, terutama jika dilakukan secara rombongan," cetus Arif.

Museum Perbendaharaan Kota Bandung. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Untuk kunjungan rombongan, pemohon dapat mengajukan surat permohonan yang memuat maksud dan tujuan kegiatan, jumlah peserta, serta hari dan tanggal pelaksanaan. Masyarakat juga dapat menghubungi pengelola melalui akun Instagram resmi Museum Perbendaharaan, @museum_perbendaharaan.
Selain menggratiskan tiket masuk, pengelola memberlakukan sejumlah aturan untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan merawat koleksi museum. Pengunjung diminta tidak makan atau minum di area museum, tidak membawa hewan peliharaan, serta menjaga ketertiban selama berada di lokasi.
"Yang perlu kami tegaskan, seluruh layanan kunjungan museum tidak dipungut biaya. Tapi tentu ada ketentuan yang berlaku disini atau aturan, terutama tidak boleh makan dan minum disini (area museum)," tegas Arif.
Arif berharap kemudahan akses tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mempelajari sejarah perbendaharaan negara. Ia juga mendorong masyarakat memahami pengelolaan APBN sebagai bagian penting dari penyelenggaraan pemerintahan.
"Jadi, silahkan datang kesini, kunjungi musim ini sebagai edukasi tata kelola keuangan negara," tandas Arif.