Museum Perbendaharaan Gandeng Kampus Kenalkan APBN kepada Generasi Muda

Edukator Museum Perbendaharaan, memperlihatkan Kitab Aturan Keuangan Negara dari Tahun 1925 yang tersimpan rapih di dalam lemari kaca. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Museum Perbendaharaan Gandeng Kampus Kenalkan APBN kepada Generasi Muda

Roni Kurniawan • 27 October 2026 17:18

Bandung: Museum Perbendaharaan memperluas edukasi publik mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkenalkan pengelolaan keuangan negara kepada generasi muda melalui pembelajaran yang relevan dengan bidang studi mahasiswa.

Edukator Museum Perbendaharaan, Arifiyana, mengatakan pemahaman tentang APBN perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Pengelolaan keuangan negara tidak hanya menjadi ranah pemerintah, tetapi juga penting dipahami masyarakat sebagai bagian dari kehidupan bernegara.

"Pada dasarnya, kami menerapkan pendekatan yang inklusif. Bagaimanapun, APBN merupakan sesuatu yang perlu dijelaskan kepada seluruh lapisan masyarakat," kata Arif kepada Metrotvnews.com di Museum Perbendaharaan, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 27 Oktober 2026.

Untuk menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda, Museum Perbendaharaan mengembangkan program edukasi melalui kemitraan dengan perguruan tinggi. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan bidang studi agar mahasiswa lebih mudah memahami konsep perbendaharaan negara.

"Langkah yang sudah kami lakukan salah satunya melalui kerja sama dengan beberapa universitas. Kami mencoba membangun pendekatan yang sesuai dengan bidang studi yang relevan, sehingga penjelasan mengenai pengelolaan keuangan negara bisa lebih mudah dipahami," ujar Arif.
 


Sejumlah perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dengan Museum Perbendaharaan antara lain Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kolaborasi ini menjadi salah satu cara untuk menghubungkan materi pengelolaan keuangan negara dengan proses pembelajaran di lingkungan kampus.

Arif menuturkan, pendekatan tersebut memungkinkan museum menyesuaikan materi edukasi dengan kebutuhan mahasiswa. Pembahasan tidak hanya mencakup aspek sejarah, tetapi juga sistem pengelolaan keuangan negara serta peran lembaga yang terlibat di dalamnya.

"Salah satu sasaran edukasi tersebut adalah mahasiswa Program Studi Akuntansi Publik di Universitas Padjadjaran. Melalui kegiatan itu, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran mengenai pengelolaan keuangan negara, termasuk peran Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam pelaksanaan APBN," beber Arif.

Menurut Arif, museum dapat membantu mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih konkret mengenai materi yang selama ini dipelajari melalui teori, dokumen, dan perkuliahan di kelas.


Museum Perbendaharaan Kota Bandung. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan


"Melalui museum, pengunjung bisa melihat perjalanan perbendaharaan negara secara lebih konkret. Jadi, tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga bisa melihat berbagai koleksi yang menggambarkan bagaimana pengelolaan keuangan negara dilakukan pada masa lalu," tandas Arif.

Ia menambahkan, koleksi museum dapat menghubungkan perjalanan sejarah dengan sistem pengelolaan keuangan negara saat ini. Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat mempelajari perkembangan tata kelola keuangan pemerintahan yang berkaitan dengan perubahan regulasi, kelembagaan, dan praktik administrasi.

Museum Perbendaharaan mulai diperkenalkan kepada publik pada 2016. Museum ini menyajikan diorama dan visualisasi perjalanan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, termasuk dokumen serta peralatan yang digunakan dalam administrasi keuangan pemerintahan.

(Whisnu M)