Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy (tengah) saat meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Solok, Selasa, 22 September 2026. (ANTARA/FathulAbdi)
Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy Dimutasi, Digantikan Irjen Jawari
Silvana Febiari • 3 October 2026 19:59
Padang: Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Barat (Sumbar) Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dimutasi dari jabatannya setelah tiga bulan memimpin Polda Sumbar.
Penggantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Posisi Kapolda Sumbar selanjutnya akan dijabat Irjen Pol Jawari yang juga berpangkat jenderal bintang dua.
"Memang benar ada penggantian berdasarkan Surat Telegram Kapolri terbaru," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya di Padang, dilansir Antara, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Ia menjelaskan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk memenuhi kebutuhan institusi dan pembinaan karier. Pergantian tersebut juga menjadi bagian dari penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Ia menegaskan mutasi tersebut tidak berkaitan dengan persoalan tertentu di lingkungan institusi kepolisian. Masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai alasan pergantian pimpinan Polda Sumbar.
Meski hanya menjabat sekitar tiga bulan, Djati telah menjalankan sejumlah program penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumbar.
Sejumlah upaya yang dilakukan di antaranya pemberantasan aktivitas pertambangan ilegal, pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, serta penindakan terhadap peredaran narkoba.

Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy saat diwawancarai di lokasi banjir bandang Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. ANTARA/Fitra Yogi
Selain itu, Djati juga meningkatkan penanganan dan mitigasi bencana di wilayah Sumbar. Ia juga turun langsung memimpin penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok pada 21 September lalu.
Dalam penanganan bencana tersebut, Djati mengawal langsung upaya personel Polri di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak.
Berdasarkan surat telegram tersebut, Djati selanjutnya mendapat penugasan sebagai perwira tinggi (Pati) Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dengan penugasan khusus pada Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).