Kolaborasi Tsinghua dan Kampus RI Buka Peluang Riset hingga Industri

Chairman of the Tsinghua University Council, Prof. Qiu Yong. Foto: Tsinghua Southeast Asia Center.

Kolaborasi Tsinghua dan Kampus RI Buka Peluang Riset hingga Industri

Ade Hapsari Lestarini • 6 October 2026 21:38

Denpasar: Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan. Kerja sama riset, transfer teknologi, serta pengembangan talenta dinilai semakin penting di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia berkeahlian tinggi.

Hal tersebut menjadi salah satu bahasan dalam China-Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 yang digelar Tsinghua Southeast Asia Center (Tsinghua SEA) bersama Tsinghua University dan sejumlah mitra Indonesia pada 3-4 Oktober 2026 di United In Diversity (UID) Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.
 
Forum tersebut mempertemukan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri untuk membahas pengembangan talenta, riset, inovasi, energi, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung transformasi ekonomi.
 
Chairman of the Tsinghua University Council Qiu Yong mengatakan, perkembangan AI membuat perguruan tinggi memiliki peran yang semakin penting dalam menyiapkan talenta dan pengetahuan yang dibutuhkan industri.
 
Menurut dia, Tsinghua SEA diarahkan untuk menghubungkan universitas, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam memperkuat aliran talenta, pengetahuan, serta inovasi di Indonesia dan Asia Tenggara.
 
"Di era AI, peran perguruan tinggi menjadi kian krusial. Melalui Tsinghua SEA, pihaknya berharap dapat menghubungkan universitas, pemerintah, industri, dan masyarakat luas untuk memfasilitasi aliran talenta, pengetahuan, serta inovasi guna merespons kebutuhan Indonesia dan Asia Tenggara," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Oktober 2026.
 
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan turut menekankan pentingnya hubungan antara dunia akademik dan sektor industri dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis pengetahuan.
 
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan talenta, penelitian, energi, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Transfer pengetahuan di bidang AI menjadi salah satu aspek yang dinilai penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia.
 
Direktur Eksekutif Tsinghua Southeast Asia Center Shobi Lawalata mengatakan kolaborasi Tsinghua SEA dan UID bersama Kementerian Komunikasi dan Digital telah menjadikan UID Bali Campus sebagai Garuda Spark Innovation Hub.
 
Hub tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan talenta muda di bidang AI dan teknologi. Kolaborasi lintas sektor juga mencakup bidang biomedical engineering dan energi hijau.
 
"Kolaborasi ini membuka peluang yang semakin besar sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat inovasi, teknologi, dan aksi iklim," kata Shobi.

 

Empat kerja sama riset

 
Salah satu hasil konkret forum tersebut adalah penandatanganan empat nota kesepahaman (MoU) antara Tsinghua University dan perguruan tinggi di Indonesia.
 
Kerja sama tersebut meliputi:
  1. Tsinghua University dengan Institut Teknologi Del (IT Del).
  2. Tsinghua Shenzhen International Graduate School dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
  3. Tsinghua Shenzhen International Graduate School dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
  4. Yangtze Delta Region Institute of Tsinghua University, Zhejiang dengan IPB University.
 
Keempat kerja sama tersebut mencakup penguatan riset, pertukaran akademik, pengembangan kapasitas, dan inovasi yang berkaitan dengan kebutuhan industri.
 
Kolaborasi perguruan tinggi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan kapasitas riset dengan kebutuhan sektor usaha sehingga hasil penelitian memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.
 
Selain kerja sama akademik, forum tersebut juga menjadi momentum peresmian Envision Indonesia Sustainable Development Center, Tsinghua University melalui kerja sama dengan Envision Energy.
 
Pusat tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan proyek infrastruktur net-zero dan teknologi berkelanjutan.
 
Kehadiran mitra dari sektor energi hijau juga membuka ruang pembahasan mengenai kerja sama Selatan-Selatan, termasuk pengembangan teknologi energi dan pemanfaatan AI.
 
Sementara itu, Tsinghua SEA juga meresmikan SeedWork & SeedRest Capsule, fasilitas capsule dormitory yang merupakan kontribusi alumni Departemen Ilmu Komputer Tsinghua University angkatan 1987 untuk mendukung kegiatan pembelajaran di kawasan tersebut.
 
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan untuk menghubungkan pengembangan talenta dengan kebutuhan ekonomi dan teknologi.
 
Bagi Indonesia, penguatan kerja sama riset dan transfer pengetahuan menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kapasitas inovasi di tengah perkembangan teknologi AI dan transisi energi.

(Ade Hapsari Lestarini)