Serangan 120 Drone Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, 80 Lebih Terluka

Rusia dan Ukraina terlibat aksi saling serang menggunakan drone sejak meletusnya perang pada Febuari 2022. (Anadolu Agency)

Serangan 120 Drone Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, 80 Lebih Terluka

Muhammad Reyhansyah • 29 September 2026 14:13

Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan udara Rusia menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai lebih dari 80 lainnya dalam serangan drone besar-besaran di berbagai wilayah Ukraina.

Dalam pidato nasionalnya, Senin, 28 September 2026, Zelensky mengatakan pasukan Rusia meluncurkan lebih dari 120 drone serang sepanjang hari. Serangan tersebut menyasar institusi sipil dan infrastruktur perkotaan.

Dampak serangan dikonfirmasi terjadi di gedung Akademi Sains Nasional dan sebuah rumah sakit di Kyiv, pusat bisnis di Dnipro, serta sebuah gedung apartemen di Odesa.

“Serangan terhadap Akademi Sains Nasional di ibu kota menewaskan satu orang. Satu orang lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan setelah beberapa lantai bangunan tersebut hancur total,” kata Zelensky, dikutip dari TRT World.

Zelensky mengatakan serangan juga menghantam sejumlah wilayah timur, termasuk Sumy dan Kharkiv. 

Sementara itu, sebuah drone bertenaga jet memasuki wilayah udara barat laut Ukraina menuju perbatasan Polandia.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan sebuah drone Rusia menghantam terminal minyak di sisi Ukraina dari perlintasan perbatasan Yahodyn–Dorohusk dengan Polandia. Ia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

“Rusia terus menargetkan infrastruktur perbatasan Ukraina, membawa perangnya semakin dekat ke perbatasan NATO,” kata Sybiha.

Ia menegaskan serangan tersebut membuktikan bahwa Moskow “mengancam keamanan jauh melampaui Ukraina."

Zelensky mengatakan tingkat keseluruhan intersepsi drone Ukraina mencapai 70 persen. Sementara itu, tingkat keberhasilan menghadapi drone Shahed bertenaga jet mencapai 57 persen.

Ia mengatakan pasukan Ukraina secara aktif mengoperasikan dan menguji drone pencegat baru yang dikembangkan di dalam negeri. Sejumlah unit di garis depan juga telah menggunakannya dalam pertempuran.

“Namun, tentu saja, beberapa hal masih perlu diperbaiki untuk memastikan efektivitas dan skala yang memadai. Kami mempercepat pekerjaan para pengembang,” kata Zelensky.

Baca juga: 
Putin Tambah 15.500 Tentara Aktif, Total Personel Militer Rusia Capai 2,44 Juta

(Willy Haryono)