Ribuan Botol Plastik Bekas Disulap jadi Perahu Unta di Cengkareng Jakbar

Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Kemacetan Cengkareng, Jakarta Barat, menyulap ribuan botol plastik bekas menjadi perahu hias berbentuk kereta unta untuk mengikuti Festival Cinta Lingkungan (Cilung) 2026, Kamis (1/10/2026). ANTARA/Risky Syuk

Ribuan Botol Plastik Bekas Disulap jadi Perahu Unta di Cengkareng Jakbar

Siti Yona Hukmana • 1 October 2026 18:09

Jakarta: Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Kemacetan Cengkareng, Jakarta Barat, menyulap ribuan botol plastik bekas menjadi perahu hias berbentuk kereta unta untuk mengikuti Festival Cinta Lingkungan (Cilung) 2026. Pengawas UPS Badan Air Kecamatan Cengkareng, Donal Aldiansyah, mengatakan konsep kereta unta dipilih melalui musyawarah bersama tim.

“Kita musyawarah dengan tim, kenapa harus kereta unta? Karena salah satu simbol perjalanan panjang kehidupan yang menginspirasi kita semua. Unta itu binatang yang kuat, kokoh, sabar, dan istikamah,” ujar Donal saat ditemui di atas Kali Cengkareng Drain, Jakarta Barat, dilansir Antara, Kamis, 1 Oktober 2026.

Nilai ketangguhan tersebut, menurut dia, menjadi gambaran perjuangan petugas UPS Badan Air yang setiap hari menangani sampah di sungai, saluran penghubung, hingga waduk.

Karya tersebut dipersiapkan untuk tampil dalam Festival Cilung yang akan digelar di Waduk Sunter, Jakarta Utara, Minggu, 18 Oktober 2026. Hingga Kamis, 1 Oktober 2026 pengerjaan instalasi itu mencapai sekitar 95 persen dan tinggal memasuki tahap penyelesaian akhir.

Instalasi perahu hias didominasi warna emas dengan sentuhan hijau. Dekorasinya dirancang menyerupai suasana padang pasir, lengkap dengan pohon kurma buatan.

Selain mengutamakan bentuk dan detail, perahu dibuat cukup kokoh untuk menampung sekitar 20 penumpang dan akan dilengkapi mesin pendorong agar dapat berkeliling di area waduk saat festival berlangsung.

Pembuatan karya tersebut turut menjadi upaya memanfaatkan sampah yang ditemukan di aliran air. Donal menyebut, tim menggunakan sedikitnya 3.380 botol plastik bekas berukuran 1,5 liter dan 450 galon air mineral.

“Material itu sebagian besar dikumpulkan melalui kegiatan penyisiran sampah di 83 titik penanganan air di wilayah Kecamatan Cengkareng, mulai dari kali besar, saluran penghubung, hingga waduk,” kata Donal.

Ilustrasi pilah sampah. Foto: dok. MI.

Namun, pengumpulan bahan baku menghadapi kendala karena kondisi kemarau membuat proses pengolahan dan pemilahan sampah dari sumbernya menjadi lebih sulit.

“Kesulitannya salah satunya dari pengumpulan botol plastik. Karena saat ini lagi musim kemarau, untuk pengolahan dan pemilahan sampah dari sumbernya tuh sangat sulit,” ujar Donal.

Untuk memenuhi kebutuhan material, petugas berkolaborasi dengan warga sekitar dalam mengumpulkan botol plastik bekas. Upaya tersebut membantu tim menyelesaikan sebagian besar konstruksi perahu sebelum dibawa ke lokasi festival.

Pada Festival Cilung 2025, tim Cengkareng berhasil meraih gelar juara favorit. Namun, Donal mengatakan timnya tetap berfokus pada penyampaian pesan edukasi tentang pengelolaan sampah, terutama pentingnya memilah sampah.

“Insyaallah target dari Cengkareng berusaha semaksimal mungkin. Tapi kita mengingat pesan Pak Kasatpel untuk jangan besar hati dulu. Kita harus cari yang terbaik untuk melakukan edukasi sampah pilah,” ungkap Donal.

(Siti Yona Hukmana)