Situasi sekitar Bandara Tanah Merah , Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. (ANTARA/HO/Dokumentasi)
BMKG Catat 573 Titik Api di Papua Selatan
Whisnu Mardiansyah • 15 October 2026 22:21
Jayapura: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura mendeteksi 573 titik api di Provinsi Papua Selatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 309 titik api masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi.
Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura, Sterly Mustamu, mengatakan data pemantauan menunjukkan Kabupaten Mappi memiliki jumlah titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi terbanyak di Papua Selatan.
Dari total 247 titik api yang terdeteksi di Kabupaten Mappi, sebanyak 232 titik masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi.
Sementara itu, Kabupaten Merauke mencatat 304 titik api. Dari jumlah tersebut, 67 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
"Prakirawan BMKG Jayapura Sterly Mustamu, Kamis, 15 Oktober 2026, mengatakan, dari data yang dihimpun terungkap titik api yang berada di Kabupaten Merauke tercatat 304 titik dengan 67 titik api diantaranya kategori tingkat kepercayaan tinggi," kata Sterly seperti dilansir Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.
Di Kabupaten Boven Digoel, BMKG mencatat 12 titik api. Seluruh titik tersebut masuk kategori tingkat kepercayaan sedang sehingga tidak ada yang terpantau dalam kategori tingkat kepercayaan tinggi. Adapun Kabupaten Asmat memiliki 10 titik api dan seluruhnya masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi.
"Untuk Kabupaten Asmat tercatat 10 titik api dan semuanya masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi," kata Sterly.
BMKG Minta Pemda Perkuat Mitigasi Karhutla
Sterly mengharapkan pemerintah daerah di Papua Selatan memperbarui rencana kontingensi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut perlu disertai kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanggulangan kebakaran.
Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat sistem peringatan dini melalui pemantauan titik panas atau hotspot, kondisi cuaca, serta perkembangan fenomena El Nino.
Selain itu, upaya pencegahan perlu dilakukan melalui peningkatan patroli terpadu dan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan. Sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan karhutla juga perlu diperkuat.
Sterly turut menekankan pentingnya memastikan ketersediaan sumber air dan peralatan pemadaman. Pemerintah daerah juga diharapkan mengisi waduk, embung, atau bendungan sebagai cadangan air untuk mendukung pemadaman dan mengantisipasi musim kemarau.

Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: Dok. Antara.